Sampang, IDN Times - Arus balik mulai terjadi. Kepadatan lalu lintas pun terlihat di kawasan Madura. Salah satu warga Sumenep Syaiful Anwar mengaku terjebak macet di sepanjang jalan Sampang hingga Bangkalan saat ke Surabaya untuk mengantarkan anaknya bersekolah.
Pengakuan Anwar, kemacetan terjadi lebih dari 4 kilometer. Anwar yang memakai kendaraan roda empat atau mobil bersama keluarganya harus tertahan hingga hampir 3 jam. “Madura macet parah (Selasa) kemarin. Sudah saatnya ada transportasi lain sebagai alternatif,” ujar Anwar, Rabu (26/4/2023).
Anwar pun teringat adanya pembahasan soal reaktivasi kereta api di Madura. Diketahui reaktivasi kereta yang sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sempat disenggol Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk segera direalisasikan.
Percepatan untuk reaktivasi kereta api di Madura dinilai oleh Anwar menjadi opsi realistis ketimbang wacana pembangunan tol trans Madura. “Madura pernah punya kereta. Jalurnya juga pernah ada. Jadi lebih mudah untuk dibangun lagi,” ungkap Anwar.
Anwar khawatir jika reaktivasi kereta tidak segera dilakukan, maka kemacetan akan semakin bertambah panjang. Jika biasanya waktu tempuh dari Sumenep ke Surabaya sekadar 2-3 jam, dengan kemacetan bisa bertambah dua kali lipat.
“Reaktivasi kereta harus segera dilakukan. Saya tidak kebayang kalau tanpa kereta, maka harus berapa lama lagi perjalanan melintasi Madura,” pungkas dia.
Rencana reaktivasi jalur kereta api di Pulau Madura memang sedang digodok. Salah satu yang getol mengajukannya adalah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. "Alhamdulillah, setelah melakukan serangkaian komunikasi dan menyurati Presiden Joko Widodo, perjuangan kita, perjuangan masyarakat Madura, yang menginginkan kereta api hidup lagi sudah satu langkah maju," kata Fauzi.
Bahkan, saat Menkeu RI Sri Mulyani, Menkopolhukam RI Mahfud MD berkunjung ke Sumenep, pada Kamis (2/2/2023), Fauzi langsung menagihnya.
"Saya ingin sampaikan satu aspirasi orang madura minta tol. Karena tol itu tidak memungkinkan, maka kami meminta reaktivasi kereta," tuturnya. Fauzi juga mengaku telah mengajak kepala daerah lain di Pulau Madura untuk mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.
