Pernikahan Anak Tingkatkan Potensi Kanker Serviks

Surabaya, IDN Times - Pernikahan anak masih marak di Indonesia. Padahal, ada sejumlah risiko yang mengancam. Salah satu risiko hamil terlalu muda bagi perempuan, terutama usia belasan adalah munculnya potensi kanker serviks.
1. Perempuan berusia 14 tahun sudah bisa hamil, tapi jika belum siap sangat berbahaya

Ketua Program Studi Spesialis 1 Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), dr Ernawati membenarkan pernikahan dini dilakukan tidak menutup kemungkinan potensi terjadinya kehamilan. Hal ini dapat terjadi jika pihak perempuan telah mengalami menstruasi pertamanya yang menandakan fungsi reproduksinya berkembang.
“Secara reproduksi bisa saja pada usia empat belas tahun fungsi reproduksinya sudah berkembang, sudah mendapatkan haid pertamanya,” katanya. “Tapi ketika kehamilan terjadi pada remaja maka yang perlu dipikirkan adalah kesehatannya saat dia hamil,” imbuh dia.
2. Kehamilan pada anak usia remaja berisiko tinggi ada ancaman kanker serviks

Kehamilan dini juga bisa meningkatkan risiko komplikasi. "Terjadinya komplikasi seperti preeklamsia, hambatan pertumbuhan pada bayi risikonya tinggi pada kehamilan di bawah umur,” jelas Ernawati.
Preeklamsia merupakan masalah di mana ibu mengalami tekanan darah yang tinggi saat masa kehamilannya. “Dari sisi reproduksi yang lain, jika ia (remaja) melakukan fungsi seksual sedini mungkin pada saat itu organnya belum matang. Jika serviksnya terpapar terlalu dini maka risiko untuk terjadi kanker serviks juga meningkat,” dia menambahkan.
Serviks dapat disebut juga dengan leher rahim. Sedangkan kanker serviks terjadi ketika terdapat sel-sel di leher rahim berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali.
3. Salah satu faktor kanker serviks dikarenakan hubungan seks terlalu awal

Penyataan itu juga diamini oleh dr Birama Robby SpOG seorang staff pengajar Program Studi Spesialis 1 Obstetri dan Ginekologi FK UNAIR yang juga merupakan praktisi di bidangnya. “Salah satu faktor risiko kanker serviks itu pernikahan dini jadi hubungan seks yang dilakukan terlalu awal,” paparnya.
Hal ini dapat terjadi karena sel-sel yang melapisi seluruh permukaan serviks belum matang. “Kalau dia (sel-sel pada serviks) terkena paparan terlalu dini maka risiko terjadinya perubahan sel akan meningkat. Sehingga risiko kanker serviks ke depannya juga lebih tinggi,” pungkas dia.