Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Perajin di Malang Bikin Batik Motif Tragedi Kanjuruhan

Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)
Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)

Malang, IDN Times - Tragedi Kanjuruhan yang menyita perhatian publik menimbulkan simpati semua kalangan, tak terkecuali prajin batik asal Malang, Ita Fitriyah. Pemilik sebuah butik batik tulis Lintang di desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ini  secara khusus menciptakan batik tulis yang terinspirasi dari Tragedi Kanjuruhan. Ia mengaku menciptakan batik tersebut untuk didedikasikan pada para 135 korban meninggal dunia dan 700 lebih korban luka-luka.

1. Batik Tragedi Kanjuruhan akan dilelang

Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)
Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)

Batik bermotif Tragedi Kanjuruhan milik Ita rencananya akan dilelang mulai hari ini sampai sebulan kedepan. Kemudian hasil lelang seluruhnya aian didonasikan pada para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

"Rencananya kain ini akan kami lelang mulai sekarang sampai satu bulan kedepan. Lalu uang hasil lelang itu 100 persen akan diberikan kepada korban Tragedi Kanjuruhan," terang Ita saat dikonfirmasi pada Senin (26/12/2022).

2. Inspirasi motif batik Tragedi Kanjuruhan

Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)
Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)

Ia menceritakan jika motif batik tulis Tragedi Kanjuruhan terinspirasi dari cerita anaknya yang juga terjebak dalam tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu tersebut. Selain itu, ia juga mewawancarai beberapa saksi mata Tragedi Kanjuruhan menurutnya sangat memilukan.

Ita menjelaskan jika dalam batik tersebut tergambar motif tangan berbentuk harapan. Lalu ada pita hitam yang menjadi simbol duka cita. Selain itu, ada gambar Singa Bermahkota sebagai lambang Aremania, pendukung Singo Edan Arema. Lalu ada gambar gas yang disimbolkan sebagai gas air mata yang ditembakkan aparat saat itu.

"Kita ingin menceritakan ada banyak korban jiwa, kami gambarkan dengan tangan berbentuk emoji harapan, ada minta tolong dalam tragedi tersebut. Lalu ada syal berwarna hitam tanda berduka, kemudian ada singa bermahkota seperti patung yang ada di Kanjuruhan," jelasnya.

"Kemudian ada motif asap bentuk asap dari tragedi kanjuruhan. Dan kenapa asapnya berwarna merah, kami mengambil dari warna mata merah yang diderita korban. Lalu kepala kainnya berserakan  puing-puing dan latarnya berwarna biru," imbuhnya.

3. Dikerjakan selama 4 minggu

Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)
Batik Tragedi Kanjuruhan dari Butik Lintang Malang. (IDN Times/Istimewa)

Pengerjaan batik Tragedi Kanjuruhan ini berlangsung selama 4 minggu, mulai dari konseptual sampai eksekusi melukis batik tulis tersebut. Rinciannya dua minggu untuk penggambaran konsep dan dua mingu untuk proses pengerjaan batik tulis.

Batik ini nantinya akan menjadi karyanya yang ekslusif. Hanya akan ada dua kain yang ia produksi. Keduanya juga yang akaj dilelang dan hasilnya akan diberikan kepada para keluarga korban.

"Batik ini tidak akan diperbanyak, karena tujuannya cuma untuk didonasikan kepada korban tragedi tersebut. Dan untuk perjuangan para korban yang sampai sekarang berjuang menuntut keadilan," tegasnya.

"Semoga dengan cara lelang batik ini, setidaknya bisa membantu para keluarga korban yang sedang berjuang mencari keadilan hingga saat ini," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us