Lauk Berbau dan Takut Keracunan, Program MBG di Ngawi Dihentikan

- Sejumlah siswa mengeluhkan kualitas dan porsi makanan MBG, membuat orang tua khawatir akan terjadi keracunan massal.
- Program MBG dihentikan sementara untuk evaluasi, namun belum ada kejelasan kapan program ini akan kembali dijalankan.
- Dapur MBG yang memasok makanan ke sekolah terlihat lengang, 47 karyawan dirumahkan sejak program dihentikan.
Ngawi, IDN Times – Harapan ribuan siswa di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur untuk menikmati makanan bergizi gratis pupus seketika. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya berjalan mulus justru berhenti di tengah jalan. Baru dua hari berjalan di 47 sekolah, program ini dihentikan sementara lantaran banyaknya keluhan dari siswa maupun wali murid.
1. Orang tua khawatir anak keracunan

Sejumlah siswa mengaku menu yang dibagikan tidak layak konsumsi. Ada yang menilai lauk berbau tak sedap, bahkan porsi nasi yang diterima terlalu sedikit.
"Sudah dua hari sejak Senin ada MBG. Mulai hari ini dihentikan. Waktu Senin lauknya bau," ungkap Ashifa Kanza Ahzahra, siswi SD Negeri Kedungputri 1, Rabu (27/8/2025).
Kekhawatiran lebih besar justru datang dari orang tua murid. Mereka takut kejadian keracunan massal akibat program serupa yang pernah terjadi di berbagai daerah bisa terulang di Ngawi.
"Kasihan anak-anak kalau makanannya begitu. Apalagi porsinya juga kurang. Mending dihentikan dulu daripada nanti banyak yang keracunan. Takut viral di TikTok,” kata Iin Lestari, salah satu wali murid.
2 Dihentikan untuk evaluasi

Kepala SD Negeri Semen 2, Afif Umi Suprihatin, membenarkan bahwa sekolah menerima surat pemberitahuan penghentian dari pihak dapur mitra MBG di Desa Semen sejak Selasa (26/8/2025) sore.
“Awalnya dapat program MBG sejak Senin. Hari ini dihentikan untuk evaluasi, tapi sampai kapan belum ada informasi,” ujarnya.
Berdasarkan data, ada 2.932 siswa dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP di empat desa Semen, Kedungputri, Tempuran, dan Babadan yang semestinya menerima manfaat program MBG. Namun, mereka kini kembali membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah.
3. 47 karyawan dapur MBG dirumahkan

Pantauan IDN Times di lapangan, dapur MBG milik Yayasan Darul Hikmah di Desa Semen terlihat lengang. Tak ada aktivitas produksi makanan, bahkan 47 karyawan dapur diliburkan sejak program dihentikan.
Hingga kini, belum ada kejelasan kapan evaluasi program rampung dan MBG kembali dijalankan. Ribuan siswa dan orang tua hanya bisa menunggu sambil berharap ke depan kualitas menu benar-benar sesuai standar gizi dan aman dikonsumsi.