Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gus Ipul Bilang 2 Kiai Ini Potensi Masuk AHWA Muktamar ke-35 NU
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Gus Ipul memprediksi KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Jazuli kembali masuk AHWA, berdasarkan nama-nama yang mengemuka dalam diskusi menjelang Muktamar ke-35 NU.
  • Keputusan anggota AHWA tetap berada pada PWNU dan PCNU; forum ini berperan memilih Rais Aam PBNU, sementara kedua kiai tersebut pernah menjadi anggota AHWA di Muktamar ke-34.
  • Sidang Pleno I mengesahkan jadwal dan tata tertib persidangan, sedangkan mekanisme pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU dilanjutkan Komisi Organisasi setelah perdebatan diselesaikan melalui musyawarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jombang, IDN Times - Bursa anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai mengerucut. Sekjen PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bilang, dua nama kiai yang pernah masuk AHWA Muktamar ke-34 di Lampung kembali terpilih. Dua nama tersebut yakni KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Jazuli.

"Saya pribadi memprediksi KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Jazuli masuk lagi menjadi anggota AHWA," ujarnya kepada wartawan di arena Muktamar ke-35 NU, Jumat (28/8/2026).

Gus Ipul mengatakan prediksi tersebut bukan tanpa dasar. Ia mengaku menangkap sejumlah nama yang mengemuka dalam berbagai forum diskusi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Namun, ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan PWNU dan PCNU yang memiliki kewenangan dalam proses pemilihan anggota AHWA.

"Ini berdasarkan forum-forum diskusi di berbagai tempat menjelang Muktamar," katanya.

AHWA menjadi salah satu mekanisme penting dalam menentukan kepemimpinan Syuriyah PBNU. Anggota AHWA nantinya memiliki peran dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU.

Menariknya, nama Miftachul Akhyar dan Nurul Huda Jazuli sebelumnya juga tercatat sebagai anggota AHWA pada Muktamar ke-34 NU di Lampung. Keduanya kini kembali disebut berpeluang masuk dalam forum ulama tersebut.

Di tengah munculnya prediksi tersebut, mekanisme pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masih menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Muktamar ke-35 NU. Sidang Pleno I Muktamar ke-35 NU sendiri telah rampung pada Jumat siang. Pleno tersebut membahas pengesahan jadwal acara dan tata tertib persidangan.

Sementara tata tertib dan mekanisme pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU tidak diputuskan dalam pleno tersebut. Pembahasannya akan dilanjutkan melalui Sidang Komisi Organisasi.

Koordinator Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, KH Miftah Faqih, mengatakan pemisahan pembahasan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai setelah terjadi dinamika dalam persidangan.

"Pleno pertama alhamdulillah sudah bisa kita lalui, di mana pleno pertama itu membahas tentang tata tertib persidangan muktamar. Nah, ini dipisah antara tata tertib persidangan muktamar dengan tata tertib mekanisme pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum," kata Miftah Faqih.

Menurut dia, pembahasan mekanisme pemilihan akan menjadi salah satu agenda penting di Komisi Organisasi. Berbagai opsi terkait mekanisme pemilihan akan dibahas sebelum diputuskan melalui forum Muktamar.

Miftah menyebut proses tersebut sempat diwarnai perdebatan di antara peserta. Namun, perbedaan pandangan akhirnya dapat diredam melalui musyawarah. "Meski sempat diwarnai dinamika dan perdebatan yang cukup alot, sidang berhasil menemukan jalan tengah melalui jalur musyawarah mufakat," ujarnya.

Ia menegaskan tradisi musyawarah menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan di NU. Perbedaan pandangan, kata dia, tetap harus ditempatkan dalam kerangka menjaga persatuan organisasi.

"Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai kekiaian selalu mengedepankan rasa dan penghargaan terhadap perbedaan," katanya.

Dengan demikian, prediksi Gus Ipul terkait Miftachul Akhyar dan Nurul Huda Jazuli kini menambah dinamika perebutan kursi AHWA. Namun, siapa saja yang akhirnya masuk dalam jajaran ulama AHWA masih menunggu hasil proses pemilihan dalam Muktamar ke-35 NU.

Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Selain memilih kepemimpinan baru, forum tersebut menjadi momentum menentukan arah NU memasuki abad keduanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article