Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air

Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo. (Dok. Embarkasi Surabaya)
Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo. (Dok. Embarkasi Surabaya)
Intinya sih...
  • Kloter pertama jemaah haji debarkasi Surabaya tiba di Tanah Air Kamis (12/6/2025) pukul 09.20 WIB.
  • Jemaah haji disambut dengan acara seremonial selama 30 menit dan dilakukan pengecekan kesehatan sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah haji dalam keadaan sehat dan mencegah penyebaran COVID-19 varian baru.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Kloter pertama jemaah haji debarkasi Surabaya akan tiba di tanah air, Kamis (12/6/2025). Pesawat rombongan jemaah haji mendarat sekitar pukul 09.20 WIB di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo mengatakan, nantinya kloter pertama itu akan disambut dengan acara seremonial. Proses seremonial penyambutan hanya berlangsung 30 menit.

"Jadi penyambutan tidak boleh terlalu lama dan tadi sudah koordinasi semua siap untuk mempercepat karena jemaah haji kita ini sudah sangat rindu dengan keluarga dan kampung halamannya," ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Sebelum kembali ke kampung halaman masing-masing, para jemaah haji akan dilakukan pengecekan kesehatan. Hal ini untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat dan tidak membawa virus dari luar negeri.

"Nggih (ada pengecekan kesehatan), yang pertama terkait sarana sama seperti haji-haji sebelumnya, termasuk juga akan ada untuk mengecek mungkin ada yang sakit atau memiliki kecenderungan misalnya kena virus-virus tertentu itu akan ada pengukuran suhu," jelas Sugiyo.

Bila ada jemaah haji yang memiliki suhu badan tinggi tapi masih memungkin untuk pulang, maka jemaah tersebut hanya disarankan menggunakan masker. Namun, bila kondisinya belum baik, maka akan dirawat di RS Haji.

"Jemaah yang misalnya memiliki suhu yang tinggi misalnya itu disarankan oleh Dinas Kesehatan agar memakai masker kalau masih layak untuk pulang nggih. Kalau misalnya nanti ada cap merah, cap kuning gitu. Kalau yang merah itu akan dirawat di sini, yang kuning yang di klinik nanti yang sudah sehat bisa pulang," ungkapnya.

Pemeriksaan kesehatan tersebut juga termasuk mencegah penyebaran COVID-19 varian baru. Pemeriksaan dilakukan mulai jemaah turun dari pesawat hingga tiba di Asrama Haji.

" Tadi sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), nanti ada pengukuran suhu ketika jemaah masuk ke Asrama Haji atau juga turun pesawat. Jadi seperti itu ya," ujar Sugiyo.

Sugiyo memastikan, tidak ada karantina bagi jemaah haji. Jemaah yang memiliki suhu tinggi diperkenankan untuk dirawat di rumah, atau jika sakitnya cukup parah bisa ke poliklinkk dan rumah sakit rujukan.

"Harapannya tidak ada (yang dikarantina). Tadi yang misalnya memang punya suhu yang tinggi bisa kemudian dirawat di sini ada rumah sakit rujukan dan ada juga poliklinik di sini," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us