446 UMKM Ikut Program Ekspor, Transaksi Capai Rp1 Miliar

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 446 Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) mengikuti program ekspor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Total transaksi dari program tersebut mencapai Rp1 miliar.
Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso saat mengunjungi salag satu UMKM di Kota Surabaya, Selasa (3/6/2025).
Budi mengatakan, produk UMKM yang dipasarkan itu beragam, mulai makanan, fashion dan lain sebagainya. Hingga Mei 2025 total transaksi program UMKM ekspor telah mencapai R68,61 juta US Dolar atau Rp1 milar. "(Produknya) ada alas kaki, makanan dan minuman, kerajinan itu yang paling banyak. Kebanyakan ke negara Asia Tenggara dan Asia Tengah, termasuk kemarin ke Arab juga banyak," jelasnya.
466 UMKM yang mengikuti program ekspor ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas berasal dari Jawa dan Sumatera.
"Mayoritas (UMKM) di Jawa dan Sumatera, kemarin juga ada dari Sulawesi. Kadang kendalan UMKM itu tidak bisa menggunakan secara online," ujar Budi.
Budi mengatakan, pada program UMKM ekspor, Kemendag akan mempertemukan UMKM lokal dengan pembeli dari luar negeri. Ketika kedua belah pihak sudah bertemu, UMKM lokal diperkenankan untuk presentasi mengenai produk mereka.
"Dalam sebulan itu minimal 33 kali itu ada pithcing, pithcing itu UMKM mempresentasikan produknya secara online. Ketika ada buyer nanti presenatasi lagi namanya bisnis matching," kata Budi.
Nantinya, setelah UMKM bertemu dengan pembeli dari luar negeri, Kemendag akan memberi pendampingan. Sehingga, proses perdagangan antara UMKM lokal dengan pihak dari luar negeri dilakukan secara resmi.
Budi berharap UMKM di berbagai daerah ikut serta dalam program ini. Sehingga, mereka akan mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.
"UMKM yang akan masuk program ini memang yang memang bagus kualitasnya dan supply bagus. Ada kan kadang produk bagus tapi tidak bisa produksi banyak, ketika ada buyyer besar tidak bisa," pungkas Budi.