Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

1.138 Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Jatim Selama Pandemik

Ilustrasi kekerasan pada perempuan (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi kekerasan pada perempuan (IDN Times/Arief Rahmat)

Surabaya, IDN Times - Kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun ini terus mengalami tren naik. Data Sistem Informasi Online Kekerasan Ibu dan Anak (Simfoni) menyebut bahwa sebanyak 1.358 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi mulai awal pandemik hingga 2 November 2020.

1. Banyak terjadi di dalam rumah tangga

Unsplash.com/@alexiby
Unsplash.com/@alexiby

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), Andriyanto mengatakan, kekerasan perempuan dan anak ternyata banyak terjadi di dalam rumah tangga. Andri bertekad menyelesaikan kasus tersebut, mengingat selama pandemik COVID-19 banyak masyarakat yang beraktivitas dari rumah.

Sehingga, jika terus dibiarkan akan menjadi konflik sosial hingga perceraian.

“Kalau ini tidak bisa kita tangani, maka bisa menyebabkan persoalan konflik sosial, persoalan anak berhadapan dengan hukum dan persoalan perkawinan anak serta seterusnya, termasuk perceraian” ujarnya.

2. Dampaknya pada angka perceraian yang naik fantastis

Ilustrasi ancaman. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi ancaman. (IDN Times/Mardya Shakti)

Tingkat perceraian di Jatim selama pandemik ini juga terbilang sangat tinggi. Andri membeberkan bahwa pada tahun 2019 tercatat 8.303 kasus, tetapi sampai akhir September 2020 tercatat 55.747 kasus. Jumlah itu dinilai oleh DP3AK cukup memprihatinkan.

"Ini karena kalau terjadi perceraian, suka tidak suka, mau tidak mau bahwa yang terdampak adalah anak-anak. Pada konteks perlindungan anak, akan muncul kasus penelentaran anak, pengasuhan anak yang rendah dan kasus trafficking anak,” kata dia.

3. Buat tim pemulihan di bakorwil-bakorwil

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)

Maka dari itu, Andri menyampaikan kalau pihaknya kini sudah membuat tim pemulihan sosial. Dalam tim tersebut ada bidang konseling untuk keluarga sejahtera. Nantinya akan dibagi di Bakorwil-bakorwil yang ada di Jatim. Seperti di Malang, Jember, Bojonegoro, Madiun hingga Sumenep.

"Layanan bisa online dan offline. Yakni, untuk melayani pengendalian penduduk, ketahanan keluarga dan terapi stres anak pada pendidikan,” terangnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
Dida Tenola
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah
Follow Us