Terancam Sanksi Komdis PSSI, Panpel Persik Kediri Hanya Pasrah

Kediri, IDN Times - Panpel Persik Kediri terancam mendapat sanksi denda untuk ketiga kalinya dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hal ini, setelah mereka kebobolan dengan suporter tim tamu, saat Persik Kediri menjamu Persis Solo, Sabtu (12/08/2023) lalu. Ratusan suporter Persis Solo hadir dan menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Brawijaya. Padahal pihak Panpel telah memperketat pemeriksaan identitas saat suporter hendak masuk ke dalam stadion.
1. Kehadiran suporter tamu teridentifikasi Komdis PSSI

Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo mengaku hanya bisa pasrah terkait ancaman sanksi denda ini. Para suporter Persis Solo yang berhasil lolos masuk ke dalam stadion tidak mengenakan atribut identitas diri. Mereka hanya mengenakan pakaian berwana hitam. Keberadaan mereka pun akhirnya terdeteksi oleh Komdis PSSI. “Suporter lebih pintar. Teman-teman keamanan sudah membokade jalan-jalan, mengembalikan mereka keluar lapangan, tapi ternyata masih ada suporter yang maskuk,” ujarnya, Rabu (16/08/2023).
2. Suporter Persis Solo miliki hubungan dekat dengan Persik Mania

Menurut Widodo, secara histori suporter Solo dan Kediri memiliki hubungan yang cukup bagus. Mereka saling bersahabat. Sehingga, pihaknya yakin kehadiran mereka juga difasilitasi oleh sesama suporter. Jumlah suporter Persis Solo yang hadir juga cukup banyak mencapai 400an orang. “Apapun yang kami lakukan, karena suporter sudah bertekad bulat datang ke Kediri. Saya perkirakan 400-an orang. Mau bagaimana lagi, mereka beli tiket online. Kita jual online sesuai regulasi,” jelasnya.
3. Harap terdapat kebijakan tersendiri

Adanya aturan pelarangan suporter tim tamu datang dirasa sangat merugikan Panpel dan tim tuan rumah. Sejauh ini Panpel Persik Kediri sudah menerima dua sanksi saat menjamu Arema FC dan Persib Bandung. Suporter kedua tim terdeteksi hadir di Stadion Brawijaya. Widodo sendiri berharap ada kebijakan tersendiri terkait aturan ini.
“Ini juga menjadi catatan bagi pemangku sepakbola Indonesia. Tolonglah ada kebijakan tersendiri. Panpel sudah mencegah semampunya, tetapi mau apalagi, suporter lebih pinter. Mereka berteman dan bisa masuk bisa beli tiket. Apapun yang kita lakukan pasti kecolongan dan itu tidak dialami Kediri saja, kota lain iya,” pungkasnya.



















