Malang, IDN Times - Arema FC kembali menelan hasil mengecewakan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (10/10/2026). Singo Edan hampir menelan kekalahan lewat 2 gol Bhayangkara FC yang dicetak Matias Ocampo dan Milan Ristovski di babak pertama. Untungnya Marcos Vinicius dan Samuel Otusanya berhasil menyamakan kedudukan, sehingga menyelamatkan muka Arema FC di depan Aremania dan pertandingan berakhir dengan skor 2-2.
Lagi-lagi Arema Raih Hasil Mengecewakan di Kanjuruhan

Take a Deeper Read
1. Marcos Santos mengatakan hasil mengecewakan ini adalah tanggung jawabnya
Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengungkapkan jika mereka sebenarnya bermain bagus selama 10 menit awal, tapi fokus mereka mulai menurun di menit 15 hingga tim tamu berhasil mencetak gol. Kemudian di babak kedua Marcos melakukan perubahan dengan memasukkan Arkhan Fikri yang membuat serangan mereka menjadi hidup.
"Tentu saja kami tidak puas dengan hasil imbang ini, kami ingin menang, tetapi ini menunjukkan kepada semua orang bahwa kami tidak pernah berhenti. Kami tidak pernah menyerah, kami bangkit dari ketertinggalan 2-0, kemudian kami menyamakan kedudukan," terangnya usai pertandingan.
Marcos menjelaskan kalau hasil mengecewakan ini adalah tanggung jawabnya. Tapi ia juga bangga pada anak asuhannya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal 2 gol.
2. Pelatih Arema FC soroti kepemimpinan wasit
Marcos juga menyoroti kepemimpinan wasit Sance Lawita pada pertandingan sore hari ini, menurutnya banyak keputusan wasit yang merugikan timnya. Ia merasa pelanggaran yang dilakukan Mauricio Vera layak mendapatkan kartu merah, tapi ia hanya diganjar kartu kuning. Tapi Marcos menyayangkan tiknya gagal mendapatkan penalti di penghujung babak pertama setelah intervensi VAR.
"Masalah utamanya adalah penalti, semua orang menonton, dan semua orang melihatnya (handball di menit 45). Itu adalah penalti yang jelas yang bisa mengubah seluruh jalannya pertandingan," ujarnya.
Marcos merasa jika saja penalti tersebut diberikan, timnya sudah pasti akan mengamankan 3 poin. Tapi sayangnya wasit VAR memutuskan tidak ada hand ball dalam momen tersebut.
3. Baru menang sekali, begini pembelaan Marcos Santos
Hasil ini semakin menekan posisi Marcos Santos sebagai pelatih Singo Edan, pasalnya ia baru menang sekali dalam 4 pertandingan musim ini, sisanya berakhir dengan hasil imbang. Situasi ini membuat Arema FC tercecer di peringkat 8 di papan klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan koleksi 6 poin.
"Yang paling penting adalah kita tidak kalah, kita menambah poin, dan kita memenangi satu pertandingan. Karena kompetisi masih panjang, kita masih akan menjalani lebih banyak pertandingan untuk dimenangkan," paparnya.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- League Cup jadi Kesempatan Para Pemain Lokal Arema FC09 Oct 2026, 12:22 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB