Malang, IDN Times - Laga menghadapi Bhayangkara FC pada Sabtu (10/10/2026) di Stadion Kanjuruhan jadi debut Samuel Otusanya di Super League 2026/2027. Striker 22 tahun asal Brasil ini langsung membuat gerakan dengan mencetak gol debutnya lewat kepala. Semakin memperkuat status Arema FC yang kerap kali menemukan striker buas dari tanah asing seperti Carlos Fortes sampai Gustavo Almeida.
Lagi-lagi Arema FC Temukan Striker Asing Mematikan

Take a Deeper Read
1. Samuel Otusanya melihat Super League sebagai kompetisi yang ketat
Datang dari Serie B Brasil, Samuel tidak pernah menyangka jika sepak bola Indonesia tidak kalah ketat dibandingkan dengan yang ada di negaranya. Ini ia buktikan saat laga debutnya di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemain-pemain di Super League memiliki kemampuan yang tinggi, shitidak mudah baginya untuk mencetak gol kendati main di kandang.
"Itu mungkin sulit (mencetak gol), tetapi pada akhirnya saya adalah seorang penyerang, jadi sudah tugas saya untuk mencari kelemahan mereka dan juga mencoba melakukan apa yang bisa saya lakukan. Jadi saya mengandalkan apa yang bisa saya lakukan, dan saya melakukannya (mencetak gol)," terangnya pada Rabu (14/10/2026).
2. Begini cara Samuel melihat kariernya di Indonesia kedepannya
Samuel menghabiskan kariernya di Norwegia dan Brasil, sehingga tidak pernah terpikirkan akan bermain di Asia. Tapi ia merasa sangat bahagia bisa mencetak gol dan merayakannya bersama Aremania. Ia merasakan perasaan yang berbeda saat mendapat begitu banyak dukungan di Stadion Kanjuruhan.
"Tapi kami tidak berbicara tentang masa depan. Sekarang adalah sekarang, jadi saya terus bekerja keras, setiap orang terus bekerja keras, dan ya tentu saja kami akan memberikan hasil yang lebih baik bersama-sama," jelasnya.
3. Samuel Kecewa gagal menang di laga debutnya
Lebih lanjut, Samuel mengakui kecewa dengan hasil imbang yang diraih timnya menghadapi Bhayangkara FC. Pasalnya mereka memiliki peluang untuk comeback, tapi beberapa peluang gagal dimanfaatkan jadi gol sehingga skor imbang 2-2 bertahan hingga akhir laga. Hasil ini membuat Singo Edan tertahan di peringkat 9 papan klasemen sementara Super League 2026/2027.
"Kami sempat tertinggal tapi kami mampu bangkit dengan menggunakan energi penuh kami setelah mereka menguji kami, itu sulit. Kami ingin menang, tetapi kami mendapat hasil imbang, jadi kami tidak puas, tetapi itu menunjukkan level liga dan juga menunjukkan level tim kami, bahwa kami juga bisa melakukannya," pungkasnya.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- League Cup jadi Kesempatan Para Pemain Lokal Arema FC09 Oct 2026, 12:22 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Arema FC Girang Ketemu Isenmulang dan Rans di League Cup07 Oct 2026, 19:52 WIB