Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terlatih Tapi Nganggur, Manajer KDKMP Jatim Tunggu Tahap Ini
Ratusan calon manajer koperasi desa merah putih yang digembleng di Rindam Bukit Barisan, Sumatra Utara. (Dokumentasi Kemenko Polkam)
  • Manajer KDKMP di Jawa Timur telah mendapat pelatihan, termasuk pembekalan kemiliteran, tetapi belum menjalankan tugas karena mayoritas gerai belum siap beroperasi.

  • Jatim menargetkan verifikasi dan validasi terhadap 4.099 dari sekitar 5.000 gerai KDKMP; hasilnya akan diserahkan ke Kementerian Koperasi untuk menentukan gerai yang dapat beroperasi.

  • Sebanyak 26 dari 38 kabupaten/kota telah memiliki SK tim verval, sementara Jatim menerima dana dekonsentrasi Rp61 miliar; gaji manajer bersumber dari Himbara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kemarin

Para manajer KDKMP telah mendapat pelatihan, termasuk pembekalan kemiliteran.

22 September 2026

Endy Alim Abdi Nusa menyatakan pengoperasian KDKMP di Jatim bergantung pada proses verifikasi dan validasi 4.099 gerai. Hasil verval akan disampaikan kepada Kementerian Koperasi untuk menentukan koperasi yang dapat beroperasi.

kini

Para manajer KDKMP belum menjalankan tugas operasional karena sebagian besar gerai masih menunggu verval dan dinyatakan siap beroperasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur belum menjalankan tugas operasional karena sebagian besar gerai masih menjalani verifikasi dan validasi.
  • Who?
    Manajer KDKMP, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, tim verval kabupaten/kota, Kementerian Koperasi, pengurus desa, Agrinas, dan TNI terlibat dalam proses ini.
  • Where?
    Proses berlangsung di Jawa Timur, mencakup 38 kabupaten/kota dan sekitar 5.000 gerai KDKMP yang telah dibangun.
  • When?
    Kondisi ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa pada Selasa, 22 September 2026; proses verval masih berlangsung.
  • Why?
    Gerai harus dinyatakan siap melalui verval sebelum hasilnya diserahkan kepada Kementerian Koperasi untuk menentukan koperasi yang dapat dioperasikan.
  • How?
    Tim verval kabupaten/kota mengecek langsung bangunan dan kelengkapan gerai. Jawa Timur menargetkan verval 4.099 gerai, didukung dana dekonsentrasi sekitar Rp61 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para manajer Koperasi Merah Putih di Jawa Timur sudah ikut pelatihan, tapi belum bisa bekerja. Banyak toko koperasi masih diperiksa dulu supaya tahu sudah siap atau belum. Tim dari daerah akan datang melihat tokonya. Setelah semua sudah cocok, toko bisa buka dan para manajer bisa mulai bertugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan KDKMP di Jawa Timur menunjukkan fondasi yang telah dibangun secara bertahap: manajer sudah dibekali, ribuan gerai menjadi sasaran pemeriksaan, dan tim lintas perangkat daerah dibentuk untuk memastikan kesiapan di lapangan. Dukungan dana verifikasi serta pembiayaan manajer juga menjaga proses menuju operasional tetap berjalan terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Nasib para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur (Jatim) masih menggantung. Meski telah mendapatkan pelatihan, termasuk pembekalan kemiliteran, mereka belum dapat menjalankan tugas karena sebagian besar gerai KDKMP masih menunggu proses verifikasi dan validasi (verval).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa mengatakan kunci pengoperasian KDKMP saat ini berada pada proses verval. Jatim mendapat target memverifikasi dan memvalidasi 4.099 gerai yang telah dibangun dari sekitar 5.000 gerai yang tersedia.

“Manajer itu kan kemarin sudah dilatih kemiliteran. Cuma persoalannya mau ditempatkan ke mana kalau gerainya belum beroperasi?” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Endy bilang, manajer baru dapat menjalankan perannya setelah gerai dinyatakan siap beroperasi. Setelah verval selesai, hasilnya akan disampaikan kepada Kementerian Koperasi untuk menentukan koperasi yang dapat dioperasionalkan.

“Memang kuncinya itu ada di validasi ini. Dari validasi ini kan diserahkan kepada pengurus desa, ex-officio kepala desa pengawasnya, kepada ketua KDKMP-nya. Setelah itu kan mau jalan, di sana baru peran manajer keluar,” katanya.

Saat ditanya aktivitas para manajer selama menunggu gerai beroperasi, Endy mengakui hingga kini belum ada tugas operasional yang dijalankan. “Enggak ada sampai sekarang,” bebernya.

Endy menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah mengejar proses verval sesuai target yang diberikan pemerintah pusat. Dari sekitar 5.000 gerai KDKMP yang telah dibangun di Jatim, sebanyak 4.099 menjadi sasaran verval.

Proses tersebut dilakukan oleh tim verval kabupaten/kota yang melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, DPMPTSP, serta Inspektorat. Tim akan mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan dan kelengkapan gerai.

Namun, Endy menegaskan tim daerah hanya bertugas melakukan verifikasi kondisi berdasarkan pengamatan di lapangan. Tanggung jawab pembangunan dan pelaksanaan sebelumnya tetap berada pada pihak yang ditugaskan, termasuk Agrinas dan TNI.

“Yang perlu digarisbawahi bahwa kita tidak punya tanggung jawab, artinya tidak melepaskan tanggung jawab pelaksana. Waktu itu kan Agrinas dan TNI,” tegasnya.

Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, sebanyak 26 daerah telah memiliki surat keputusan (SK) tim verval. Namun, sebagian SK masih berproses di tingkat kepala daerah maupun bagian hukum. Pemprov Jatim mendorong percepatan agar tim dapat segera turun ke lapangan.

Endy mengatakan proses verval diharapkan segera tuntas sehingga KDKMP dapat mulai beroperasi setelah target waktu yang diarahkan pemerintah pusat. Secara nasional, pemerintah menargetkan sekitar 14.000 koperasi yang telah terverifikasi dapat mulai beroperasi.

Jatim menjadi salah satu daerah dengan porsi terbesar karena memiliki jumlah desa dan kelurahan yang banyak. Selain proses verval, kondisi kelengkapan sarana KDKMP juga beragam. Sebagian daerah telah menerima kendaraan operasional, sementara sejumlah lainnya masih menunggu kelengkapan seperti kendaraan roda tiga.

Untuk mendukung proses verval, Jatim mendapatkan dana dekonsentrasi sekitar Rp61 miliar dari Kementerian Koperasi. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk kebutuhan operasional pengecekan dan honor tim verval.

Sementara itu, pembiayaan manajer KDKMP berbeda dengan tim verval daerah. Endy menyebut gaji manajer KDKMP bersumber langsung dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bukan dari dana dekonsentrasi yang diterima Dinas Koperasi dan UKM Jatim.

Maka, keberadaan manajer yang telah dipersiapkan belum otomatis membuat koperasi berjalan. Mereka masih menunggu satu tahapan penting, gerai dinyatakan siap melalui proses verifikasi dan validasi. “Setelah itu harapannya beroperasi, koperasi ini manajer itu bisa melakukan tugasnya,” pungkas Endy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article