Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Khofifah Fokuskan Pembangunan Jatim 2026 pada Pelayanan Dasar

IMG-20251125-WA0052.jpg
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat HLM TPID. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya sih...
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus pada penguatan pelayanan dasar sebagai arah utama pembangunan tahun 2026.
  • Penentuan arah pembangunan didasarkan pada evaluasi perjalanan pembangunan sepanjang 2025, dengan dua pendekatan inward looking dan outward looking.
  • Prioritas pembangunan difokuskan pada empat sektor utama: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial untuk kemajuan di tahun-tahun berikutnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menetapkan penguatan pelayanan dasar sebagai arah utama pembangunan pada tahun 2026. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, fokus tersebut diarahkan agar seluruh kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberi dampak nyata dan langsung dirasakan masyarakat.

“Arah pembangunan Jawa Timur 2026 kita titikberatkan pada penguatan pelayanan dasar. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga sosial. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (5/1/2026).

Khofifah menjelaskan, penentuan arah pembangunan 2026 didasarkan pada evaluasi perjalanan pembangunan sepanjang 2025. Ia mengakui masih terdapat tantangan, salah satunya realisasi belanja modal yang perlu diperbaiki agar lebih efektif dan berdampak.

Menurutnya, evaluasi dilakukan melalui dua pendekatan, yakni inward looking dan outward looking. Inward looking diarahkan untuk membenahi kinerja internal pemerintah daerah, sementara outward looking difokuskan pada upaya memperkuat sinergi eksternal agar realisasi pembangunan ke depan lebih signifikan.

“Kalau inward looking, kita berbenah ke dalam. Kalau outward looking, bagaimana ke depan realisasi belanja bisa lebih besar dan lebih berdampak,” kata Khofifah.

Ia menekankan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Karena itu, Pemprov Jatim menargetkan realisasi pembangunan yang bukan sekadar maksimal, tetapi signifikan hasilnya.

“Tidak sekadar maksimal, tapi signifikan dampaknya. Masyarakat harus merasakan kebermanfaatannya,” tegasnya.

Dalam konteks efisiensi anggaran, Khofifah juga menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti pengurangan anggaran, melainkan penyesuaian agar setiap rupiah yang dibelanjakan lebih tepat sasaran. Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih adaptif dan memperkuat koordinasi dengan kementerian serta pemerintah kabupaten dan kota.

“Kita harus proaktif berkoordinasi. Program pembangunan harus dijemput bola dan dikomunikasikan secara intens dengan kementerian terkait,” ujarnya.

Untuk tahun 2026, prioritas pembangunan Jawa Timur akan difokuskan pada empat sektor utama. Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim memperkuat program Jatim Cerdas melalui pemerataan akses pendidikan, perluasan beasiswa, penguatan pesantren dan sekolah terbuka, peningkatan kesejahteraan guru, serta pengembangan pendidikan vokasi dan boarding school.

Di sektor kesehatan, program Jatim Sehat diarahkan pada pemerataan layanan kesehatan, peningkatan kualitas dan keadilan pelayanan, serta penguatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Sementara di bidang infrastruktur, Pemprov Jatim mendorong percepatan pembangunan melalui program Jatim Akses dan Jatim Lestari, termasuk pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela), penguatan konektivitas antardaerah, serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung pelabuhan dan kawasan perkotaan.

Adapun di bidang sosial, program Jatim Sejahtera difokuskan pada perlindungan sosial yang adaptif dan terintegrasi, peningkatan akses layanan dasar, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis masyarakat.

“Kita akan terus memperkuat pelayanan dasar agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini menjadi pondasi pembangunan Jawa Timur untuk kemajuan di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Khofifah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Awal 2026, Masih Ada 250 Titik Banjir di Surabaya

06 Jan 2026, 13:31 WIBNews