Jombang, IDN Times - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberi sinyal soal kriteria calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dinilai sesuai untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Ia menyebut pemimpin yang tepat adalah sosok yang tidak mengulangi kesalahan kepemimpinan sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat ditemui di tengah Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026). Saat ditanya mengenai sosok calon yang sesuai, Cak Imin tidak menyebut nama tertentu.
"Ya yang sesuai itu ya jangan mengulangi yang salah," ujar Cak Imin.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kesalahan yang dimaksud, Cak Imin tidak menjelaskan secara spesifik. Ia hanya menjawab singkat, "Masing-masing," ucapnya.
Pernyataan Cak Imin tersebut muncul di tengah dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU yang semakin menghangat menjelang pemilihan dalam Muktamar ke-35 NU. Sejumlah nama telah mencuat, termasuk petahana KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, dan sejumlah tokoh lainnya.
Nama Cak Imin sendiri juga sebelumnya didorong sejumlah pihak untuk masuk dalam bursa Ketum PBNU. Namun, hingga kini Ketua Umum PKB tersebut belum menyatakan secara terbuka bahwa dirinya maju dalam kontestasi tersebut.
Jika benar masuk bursa, posisi Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB menjadi salah satu persoalan yang berpotensi diperdebatkan. Sebab, NU merupakan organisasi kemasyarakatan keagamaan, sedangkan PKB merupakan partai politik yang berkepentingan dalam kontestasi elektoral.
Calon Ketum PBNU KH Abdussalam Shohib sebelumnya menilai Cak Imin perlu melepas jabatan sebagai Ketua Umum PKB apabila ingin maju memimpin PBNU. Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Salah satu agenda utama forum tersebut adalah menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode mendatang.
