Comscore Tracker

E-Keramba, Teknologi Terbaru Karya Mahasiswa ITS

Baling-baling dan mesin manfaatkan panel surya

Surabaya, IDN Times - Tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri, Institus Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) angkatan 2019 membuat inovasi berupa keramba jaring apung dengan sistem feeder, E-Keramba. Ketiganya adalah Alfiyan Rizki Maulidan, Fakhri Ihsan Nalendro dan Hanif Srisubaga Alim.

Baca Juga: Alat Deteksi COVID-19 dengan Bau Ketiak Mulai Dipakai di ITS

1. Dilengkapi feeder untuk memudahkan memberi makan ikan

E-Keramba, Teknologi Terbaru Karya Mahasiswa ITSE-Keramba karya mahasiswa ITS. Dok. Humas ITS

Ada beberapa fitur teknologi yang dikembangkan di E-Keramba seperti sistem feeder. Pemilik keramba akan lebih dimudahkan untuk memberikan makan kepada ikannya secara otomatis.

“Tidak perlu ke tengah laut untuk memberikan makan ikan,” ujar Alfiyan, Rabu (3/3/2021).

2. Keramba dapat digerakkan dengan remot

E-Keramba, Teknologi Terbaru Karya Mahasiswa ITSE-Keramba karya mahasiswa ITS. Dok. Humas ITS

Inovasi ini juga dilengkapi chip arduino mega yang berfungsi mengatur sistem feeder, cara kerja Global Positioning System (GPS), dan gerakan dari mesinnya. Keramba ini dapat digerakkan dari jarak tertentu menggunakan remote control, sehingga dapat mencari posisi yang cocok di dekat pantai.

“Apabila terjadi ombak besar ataupun kejadian alam yang dapat merusak keramba, bisa sesegera mungkin untuk mengembalikan keramba ke tempat semula,” kata Alfiyan.

3. Baling-baling dan mesin manfaatkan panel surya

E-Keramba, Teknologi Terbaru Karya Mahasiswa ITSTiga mahasiswa ITS yang kembangkan E-Keramba. Dok. Humas ITS

Nah, untuk baling-baling dan mesin pada keramba, lanjut Alfiyan, ditenagai oleh panel surya di bagian setiap sisi dari pelampung. Nantinya, pelampung yang digunakan dapat dibongkar pasang mengikuti ukuran rangka dari jaringnya, sehingga dapat dibangun lebih lebar lagi.

E-Keramba juga tidak perlu dikhawatirkan lagi jika nantinya akan digunakan secara masif. Sebab, kabel-kabel yang digunakan pada keramba ini berada di dalam pelampung sehingga sangat kecil kemungkinan untuk air masuk.

Inovasi ini juga sudah dikembangkan hingga prototipe berskala kecil dan sudah diuji cobakan pada sebuah kolam. “Uji coba pun dinilai berhasil karena semua fitur di dalamnya dapat bekerja secara optimal,” ungkap dia.

Baca Juga: Jembatan Joyoboyo Sudah Diuji oleh ITS, Siap Diresmikan dan Beroperasi

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya