Comscore Tracker

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino 

Cara pendalaman peran ala Putri yang menarik

Putri Marino adalah aktris Indonesia berbakat yang tak pernah gagal dalam menjalani perannya. Memulai debut di film Posesif (2017), perempuan bernama lengkap Ni Luh Dharma Putri Marino itu sudah berhasil menyabet Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik di FFI 2017. Belum lagi perannya yang fenomenal sebagai Kinan di series Layangan Putus. Putri sudah cukup menunjukkan bahwa ia memiliki kelas tersendiri di jagad hiburan Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Putri Marino menjadi bintang tamu di channel Youtube milik Ernest Prakasa dan berbincang mengenai karirnya dari awal sampai sekarang. Dari percakapan yang terbagi menjadi tiga bagian itu, ada 9 pelajaran akting yang bisa diambil dari sosok Putri Marino.

1. Tidak mudah menyerah, terus dan terus mencoba 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino. (ig/putrimarino)

Karakter Lala dalam film Posesif yang mengantarnya meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Perempuan Festival Film Indonesia (FFI) 2017 lalu, nyatanya adalah pengalaman pertamanya di dunia akting. Meski begitu, jalannya untuk bisa berakting bukan berarti mulus. Ia mengaku sudah berkali-kali mencoba casting tapi terus saja ditolak. Salah satunya karena logat Bali yang kental membuatnya susah mendapatkan peran.

Hingga saat ia mendapat tawaran casting, ia sudah tak berharap banyak. Berkali-kali ditolak membuatnya terlatih untuk menjaga mentalnya agar tidak down saat tak mendapatkan peran yang diinginkan.

Ia malah kaget saat ternyata, ia mendapatkan peran dalam film. Terlebih lagi sebagai pemeran utama. Dari sana, ia belajar banyak. Meski jadi pemeran utama, Putri Marino masih aktif bertanya dan belajar. Terutama kepada Edwin selaku sutradara Posesif. Ia juga didampingi oleh acting coach untuk mengasah kemampung akting di lokasi syuting.

Baca Juga: 10 Potret Kebersamaan Putri Marino dan Selly Ambar Marino, Klop Abis!

2. Tak menganggap raihan piala sebagai goals 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino dalam film Posesif (2017). (ig/putrimarino)

Putri merasa bersyukur bisa menjadi peraih Piala Citra FFI di film debutnya. Namun, ia sama sekali tidak menganggap itu sebagai goals utama. Mengingat di film Posesif, ia mulai belajar membaca skrip dan belajar terjun ke dunia akting yang penuh tantangan.

Ia bahkan hampir menyerah karena terus menangis harus lompat indah setinggi 10 meter untuk perannya. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia bertekad untuk menjadi aktris sehingga ia berusaha untuk tampil maksimal. Putri merasa jika penonton puas dengan aktingnya, maka itu sudah lebih dari cukup. Apresiasi berupa piala dan hal lain adalah bonus.

3. Pendalaman karakter yang unik 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino sebagai Mbak Pur. (ig/putrimarino)

Cara Putri untuk bisa memahami perannya dengan baik adalah dengan melakukan pendalaman karakter, yang bahkan tidak ada di skrip. Seperti dalam perannya di Losmen Bu Broto sebagai Mbak Pur. Putri bahkan membayangkan sosok Mbak Pur mulai dari lahir sampai sekarang. Seperti apa yang membuatnya sedih dan senang saat kecil, bagaimana hubungannya dengan keluarga, bagaimana cara dia bergaul saat sekolah dulu, dan hal-hal kecil lain yang membuat tokoh Mbak Pur memiliki sifat seperti yang ditulis dalam skrip saat dewasa.

Meski cara pendalaman karakter Putri ini cukup unik, buktinya hal itu sukses membuatnya sukses memerankan Mbak Pur di film tersebut.

4. Tak ragu melakukan improvisasi dialog dan gestur

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino dengan Reza Rahardian. (ig/putrimarino)

Improvisasi tak hanya dilakukan Putri saat pendalaman karakter, tetap saat on camera. Ia mengaku, dialog dengan selingan bahasa inggris di scene fenomenal Layanan Putus saat ia berantem dengan Mas Aris (Reza Rahardian), itu tidak ada di skrip. Dialog antara dia dan Reza adalah improvisasi agar terasa lebih nyata. Aslinya, semua dialog itu menggunakan bahasa Indonesia. Namun, Putri melakukan improvisasi agar lebih nyata dan fit in dengannya.

Begitu juga dengan gesture tubuhnya. Putri melihat, set di lokasi syuting ditambah atmosfer saat kamera sudah menyala, pastinya akan memberikan dorongan terhadap gestur agar terlihat lebih natural.

5. Pentingnya waktu jeda untuk menetralisir karakter sebelumnya 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino. (ig/putrimarino)

Putri Marino mengakui, untuk bisa mendalami karakter baru, ia membutuhkan waktu jeda untuk take a break dari karakter sebelumnya. Ia ingin bisa masuk ke karakter yang ia perankan, agar karakter tersebut berada dekat dan ada di dalam dirinya.

Sehingga sebelum memulai project yang baru, ia membutuhkan waktu untuk menetralisir karakter tersebut sebelum masuk ke karakter yang baru. Apalagi jika karakternya sangat kuat dan ia merasa enggan untuk 'membuangnya' begitu saja. Maka Putri membutuhkan waktu agar ia siap menerima dan mendalami peran baru.

6. Evaluasi diri dan terus bereksplorasi dengan melakukan reading ulang di peran sebelumnya 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino. (ig/putrimarino)

Saat berbincang dengan Ernest Prakasa, Ernest kaget saat mengetahui Putri masih melakukan reading untuk peran Lala di film Posesif meski sudah 5 tahun berlalu. Sedangkan menurut Putri, Posesif adalah film pertama yang tentu masih banyak yang perlu dievaluasi.

Melakukan reading ulang dan mengoreksi kualitas aktingnya memantiknya untuk lebih eksploratif di karakter selanjutnya.

7. Fokus dan totalitas saat berakting 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino di film Cinta Pertama, Kedua, & Ketiga (2021). (ig/putrimarino)

Putri mengaku ia harus fokus dalam memainkan peran di lokasi syuting. Hal itu membuatnya tidak pernah memegang handphone, bahkan saat break syuting. Perempuan 29 tahun tersebut bahkan meminta pengertian sang suami saat ia tak bisa membalas pesan suaminya sendiri, Chicco Jerikho. Meski sekarang, Putri lebih bisa toleransi dengan handphone dengan tetap menjaga fokusnya saat bekerja.

8. Mengambil peran tertentu semata-mata untuk pembuktian adalah motivasi yang salah 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino. (ig/putrimarino)

Putri mengaku, ia sempat merasa ingin membuktikan ke orang lain bahwa ia tak hanya jago bermain film drama. Ia ingin orang-orang tahu bahwa ia juga bisa bermain di film aksi. Belum lagi tekanan dari luar yang seolah menantikan Putri tidak melulu berada di zona nyamannya di genre drama.

Namun yang terjadi, Putri malah merasa sangat berat menjalaninya. Beban yang harus ia pikul untuk menjalani action malah membuatnya tidak nyaman. Dari sana ia menyadari bahwa dalam mengambil peran, seoarang aktor maupun aktris harus mempertimbangkan dengan matang. Terlebih keputusan itu memang datang dari diri sendiri. Bukan orang lain. Apalagi semata-mata hanya menjadi ajang pembuktian semata agar diakui orang.

9. Terbuka dengan semua karakter yang ditawarkan 

9 Pelajaran Penting dalam Berakting dari Aktris Putri Marino Putri Marino di film Cinta Pertama, Kedua, & Ketiga (2021). (ig/putrimarino)

Putri Marino mengaku tak pilih-pilih soal peran yang ia ambil. Juga tak ada peran spesifik yang sedang inginkan saat ini. Menurutnya, ia cukup terbuka dengan semua karakter yang ditawarkan. Asalkan karakter, skrip dan ceritanya menarik, maka ia tak ragu untuk mencobanya.

Dari banyaknya film dan series yang pernah dibintangi oleh aktris Putri Marino, mana yang menurutmu yang jadi penampilan terbaik aktris keturunan Italia dan Bali itu?

Baca Juga: Perankan Arum di Gadis Kretek, Putri Marino Ungkap Ketakutannya

Agustina Suminar Photo Community Writer Agustina Suminar

menulis dengan senang

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya