7 Masjid Ikonik di Malang Raya untuk Qiyamul Lail Selama Ramadan

- Ramadan di Malang Raya diramaikan dengan tradisi qiyamul lail di tujuh masjid ikonik yang menawarkan pengalaman spiritual dan arsitektur unik.
- Masjid-masjid seperti Jami Kota Malang, Tiban Turen, hingga Salman Al Farisi menjadi destinasi favorit karena keindahan desain serta suasana malam yang khusyuk.
- Keberagaman gaya arsitektur dan sejarah tiap masjid mencerminkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat identitas religius masyarakat Malang selama bulan suci.
Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan qiyamul lail atau salat malam. Selain menambah kekhusyukan, suasana masjid yang tenang pada malam hari sering menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda.
Di kawasan Malang Raya meliputi kota Malang, Kabupaten Malang, hingga wilayah sekitarnya terdapat sejumlah masjid ikonik yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah, arsitektur, hingga daya tarik wisata religi. Berikut tujuh masjid yang bisa menjadi pilihan untuk qiyamul lail selama Ramadan.
1. Masjid Jami Kota Malang yang menjadi pusat ibadah bersejarah di alun-alun

Masjid Jami' salah satu ikon religi paling terkenal di kota Malang. Terletak di kawasan Alun-Alun Merdeka, masjid ini berdiri sejak awal abad ke-20 dan menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Arsitekturnya memadukan gaya Timur Tengah dengan sentuhan Jawa klasik, terlihat dari kubah besar serta dua menara yang menjulang di sisi bangunan.
Pada malam Ramadan, suasana masjid terasa sangat hidup. Jamaah dari berbagai daerah datang untuk melaksanakan tarawih hingga qiyamul lail. Letaknya yang berada di jantung kota juga membuat akses menuju masjid ini sangat mudah, sehingga sering menjadi pilihan utama warga Malang untuk beribadah sekaligus menikmati atmosfer Ramadan yang hangat.
Lokasi: Jl. Merdeka Barat No.3, Kauman, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
2. Masjid Tiban Turen dengan arsitektur unik sepuluh lantai

Masjid Tiban Turen dikenal sebagai salah satu masjid paling unik di Malang Raya. Bangunan yang berada di kompleks Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah ini memiliki hingga sepuluh lantai dengan arsitektur yang memadukan gaya Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Dominasi warna biru, putih, dan emas membuat masjid ini tampak mencolok sekaligus megah.
Saat Ramadan, suasana masjid menjadi semakin hidup karena para santri dan jamaah menjalankan berbagai ibadah malam. Setelah salat tarawih, sebagian jamaah tetap berada di area masjid untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, hingga melaksanakan qiyamul lail. Banyaknya ruang di dalam kompleks masjid juga membuat pengunjung dapat beribadah dengan lebih tenang meskipun jumlah jamaah cukup ramai.
Lokasi: Jl. KH. Wachid Hasyim, Gang Anggur No.10, Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
3. Masjid Salman Al Farisi Dau yang dijuluki miniatur Taj Mahal

Masjid Salman Al Farisi menjadi salah satu masjid dengan desain paling mencuri perhatian di Malang. Bangunan ini sering dijuluki sebagai "miniatur Taj Mahal" karena memiliki kubah putih besar yang menyerupai ikon arsitektur India Tersebut. Masjid ini berdiri di dalam kompleks Pondok Pesantren Al Hamra dan mulai dibangun sekitar tahun 2016.
Lingkungan sekitar masjid yang dikelilingi sawah dan perkebunan menciptakan suasana sejuk dan tenang. Kondisi ini membuat banyak jamaah memiliki datang pada malam hari untuk beribadah, termasuk saat qiyamul lail. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer di kawasan Malang.
Lokasi: Karang Ampel, Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
4. Masjid Al Ihsan Pakisaji yang menyimpan sejarah sejak 1924

Masjid Besar Al-Ihsan Pakisaji merupakan salah satu masjid bersejarah di Kabupaten Malang yang telah berdiri sejak tahun 1924. Pada masa awal berdirinya, masjid ini menjadi satu-satunya masjid besar di wilayah Pakisaji dan menjadi pusat ibadah masyarakat sekitar.
Kini, setelah mengalami renovasi besar pada tahun 2014, masjid ini tampil lebih megah dengan kubah hijau dan interior yang luas. Pada bulan Ramadan, masjid ini sering digunakan jamaah untuk berbagai ibadah malam seperti tarawih, tadarus, hingga qiyamul lail, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Lokasi: Jl. Raya Pakisaji No.118, Sonosari, Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
5. Masjid Al Kautsar Lawang dengan nuansa arsitektur Jawa tradisional

Masjid Al-Kautsar Lawang menawarkan pengalaman beribadah yang berbeda karena mengusung arsitektur Jawa tradisional. Bentuk atapnya yang khas serta detail ornamen kayu menghadirkan nuansa klasik yang jarang ditemukan pada masjid modern.
Terletak di kawasan yang sejuk di lereng Gunung Arjuno, masjid ini memiliki suasana yang tenang terutama pada malam hari. Kondisi lingkungan yang asri membuat banyak jamaah memilih datang untuk beribadah lebih lama setelah tarawih, termasuk menjalankan qiyamul lail dan tadarus Al-Qur’an selama Ramadan.
Lokasi: Tlogorejo, Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
6. Masjid Jami Al Hidayah Karangploso dengan nuansa arsitektur Turki

Masjid Jami’ Al-Hidayah di Karangploso memiliki arsitektur yang mengingatkan pada masjid-masjid di Istanbul, Turki. Kubah besar dan menara tinggi menjadi ciri khas yang membuat bangunan ini terlihat megah dari kejauhan. Bagian dalam masjid juga ditata rapi dan bersih sehingga memberikan suasana yang nyaman untuk beribadah.
Pada malam Ramadan, masjid ini sering menjadi tempat berkumpulnya jamaah untuk memperbanyak ibadah. Setelah salat tarawih, sebagian jamaah biasanya melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an atau melaksanakan qiyamul lail. Suasana yang tenang membuat masjid ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati ibadah malam dengan lebih khusyuk.
Lokasi: Gg. Masjid, Jl. Raya Karangan, Bonowarih, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
7. Masjid Besar Gondanglegi yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat

Masjid Besar Gondanglegi merupakan salah satu masjid besar di wilayah selatan Kabupaten Malang. Bangunannya terdiri dari dua lantai dan mampu menampung ribuan jamaah, sehingga sering digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.
Selama Ramadan, masjid ini ramai oleh jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah malam. Selain salat tarawih berjamaah, kegiatan seperti pengajian, tadarus, hingga qiyamul lail juga sering dilakukan oleh jamaah yang ingin memaksimalkan ibadah pada malam hari.
Lokasi: Krajan Satu, Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Malang Raya tidak hanya dikenal sebagai kota wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki banyak masjid ikonik dengan sejarah dan arsitektur yang menarik. Keberadaan masjid-masjid ini menunjukkan bagaimana ruang ibadah dapat menjadi pusat spiritual sekaligus bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Selama Ramadan, mengunjungi masjid yang berbeda untuk melaksanakan qiyamul lail bisa menjadi pengalaman yang berkesan. selain memperdalam ibadah, momen tersebut juga membuka kesempatan untuk merasakan atmosfer Ramadan dari berbagai sudut Malang Raya yang penuh kehangatan.


















