Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kalah dari Persik Kediri, Pelatih Arema FC Keluhkan Wasit

Kalah dari Persik Kediri, Pelatih Arema FC Keluhkan Wasit
Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)
Share Article

Malang, IDN Times - Arema FC gagal menuntaskan misi balas dendam melawan Persik Kediri pada Senin (27/11/2023) di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Singo Edan harus kembali takluk dari Macan Putih di kandangnya sendiri dengan skor 0-1. Gol semata wayang Persik dicetak Anderson Nascimento pada menit 73.

Hasil ini membuat Arema FC semakin tertinggal dari rival-rivalnya yang semakin menjauh dari zona degradasi. Sementara mereka tak beranjak dari peringkat 16 dengan koleksi 18 poin.

1. Pelatih Arema FC resah dengan kepemimpinan wasit saat laga melawan Persik Kediri

Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)
Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)

Pelatih Arema FC, Fernando Valente mengaku resah dengan kepemimpinan wasit Ryan Nanda Saputra dalam laga kemarin sore. Menurutnya wasit terlalu sering meniup peluit saat ada pemain yang jatuh. Menurutnya, wasit tidak perlu menghentikan pertandingan jika bola advantage untuk tim yang dilanggar.

"Biasanya saya tidak terlalu suka bicara mengenai wasit, tetapi sekarang wasit harus bisa meningkatkan (kapabilitas) lagi. Contohlah wasit di Liga Inggris, meskipun ada pemain jatuh, tapi pertandingan jalan saja. Bahkan ketika kita yang mendapatkan keuntungan saat ada pelanggaran," terangnya saat dikonfirmasi pada Selasa (28/11/2023).

Seringnya pertandingan dihentikan oleh wasit membuat para pemain Singo Edan kehilangan momentum, terutama pada babak pertama. Padahal merekalah yang mengontrol pertandingan saat itu. Tapi mereka banyak kehilangan kesempatan mengembangkan permainan karena wasit sering menghentikan pertandingan.

"Jalannya bola terlalu lambat saat babak pertama, karena permainan kami sering terhenti di tengah pertandingan. Banyak pelanggaran sehingga bola harus berhenti, dan lawan selalu mencoba untuk mengulur-ulur waktu pertandingan sejak babak pertama," ujarnya.

2. Fernando Valente menilai kartu merah pada Jayus Hariono buyarkan strategi Arema FC

Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)
Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)

Fernando mengatakan jika semuanya berjalan baik-baik saja pada babak pertama, mereka menguasai pertandingan dan hanya kurang dalam proses finishing menjadi gol. Tapi petaka terjadi saat babak kedua baru berjalan 4 menit, Jayus Hariono melakukan pelanggaran keras hingga diganjar kartu merah.

"Kita mendapat kartu merah dan itu yang membuat tim lebih sulit. Meskipun demikian, kita tetap dalam organisasi tim untuk mencapai hasil yang terbaik. Kita bahkan tetap bisa mengontrol pertandingan meskipun kekurangan pemain," ujarnya.

Hingga akhirnya pertahanan Arema FC bobol juga pada menit 73 lewat situasi corner. Tandukan pemain belakang Persik Kediri, Anderson, sukses merobek jala gawang Julian Schwarzer. Meskipun akhirnya Singo Edan bermain agresif setelah tertinggal 1 gol, lini depan Arema FC tidak mampu menciptakan gol. Gilbert Alvarez yang masuk pada menit 85 untuk menggantikan Achmad Figo juga tidak mampu memberikan perubahan.

"Dia (Alvarez) adalah pemain yang pintar dan cepat beradaptasi, tapi dia baru sampai dua hari yang lalu. Kita ingin lihat dia bermain lebih lama, saya berharap dia bisa bantu kita untuk bermain lebih agresif dan mencetak gol," ujarnya.

3. Evaluasi untuk Arema FC usai kembali ditumbangkan Persik Kediri

Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)
Pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)

Fernando mengatakan jika evaluasi yang ia berikan pada pemain usai pertandingan ini adalah para pemain Singo Edan tidak boleh takut memegang bola. Ia juga mengingatkan agar pemain melakukan segala cara untuk menciptakan peluang di depan gawang lawan entah dengan service ataupun corner kick.

Kini mereka memiliki waktu selama seminggu sebelum bertemu tim kuat lainnya yaitu Bali United. Mereka harus kembali melatih strategi tim dan meningkatkan performa pemain satu level lebih tinggi lagi. Tim Arema FC tidak bisa bersantai-santai, karena pertandingan yang ada di depan mereka sangat krusial untuk lepas dari zona degradasi.

"Tentu saja sulit untuk bermain dengan situasi yang kita hadapi saat ini, tentu saja sangat sulit di posisi seperti ini, tapi yang paling penting agar tidak usah berpikir tentang kondisi sekarang dan kita fokus di pekerjaan kita. Sebagai sebuah tim, kita harus punya kekuatan mental lebih lagi untuk melawan situasi apapun," tuturnya.

Melawan tim yang kebih kuat, Fernando mengatakan jika mereka tidak boleh bermain bertahan. Mereka justru harus bermain lebih agresif dan tidak memberikan mereka kesempatan menguasai bola. Pemain-pemain Singo Edan harus menunjukkan kerja keras dan determinasi di setiap laga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest Sport Jawa Timur

See More

Persebaya Resmi Kenalkan 5 Pemain Baru, Here We Go!

17 Jun 2026, 13:38 WIBSport