Jeda Kompetisi, 4 Kekurangan Ini Perlu Diperbaiki Arema FC

Arema FC benar-benar gagal mentas dari zona degradasi hingga berakhirnya paruh pertama Liga 1 Indonesia 2023/2024. Mereka finis di tangga ke-16 dengan raihan 14 poin. Singo Edan hanya menuai catatan 3 kali menang, 5 kali seri, 9 kali kalah dari total 17 pertandingan.
Tak heran terjadi mengapa Arema mengalami nasih 'suram' itu. Pasalnya, mereka masih memiliki sejumlah kekurangan yang terlihat. Hal itu terjadi karena salah satunya banyak memercayakan pemain muda kurang pengalaman dalam skuad inti mereka. Bisa dibilang, kualitas materi pemain Singo Edan masih kalah jauh dari klub-klub lain di Liga 1 2023/2024.
Lantas, kekurangan apa saja yang dialami Arema FC sejauh ini?
1. Sektor wingback lemah, Arema membutuhkan pemain anyar yang lebih berpengalaman

Sektor bek sayap menjadi salah satu kelemahan utama Arema FC di putaran pertama Liga 1 2023/2024. Kekurangan ini sangat diburu semua klub saat menghadapi Singo Edan di atas lapangan. Bahkan, buruknya, Arema memiliki kendala serius di kedua sektor bek sayap, baik sebelah kanan ataupun kiri.
Untuk bek sayap kiri, Arema dibikin amburadul saat memercayakan posisi itu kepada Mikael Tata. Eks jebolan Persipura itu tampil minor meski sebenarnya memiliki potensi. Alhasil, kini posisinya diganti oleh Achmad Syarif Maulana, pemain muda yang notabene seorang gelandang. Ia tampil lebih baik dibandingkan Tata saat mengisi pos bek kiri.
Arema juga kebingungan mengandalkan pemain di pos bek kanan sejauh ini. Pasalnya, sejumlah bek kanan mereka masih bermain jauh di bawah harapan. Mereka adalah Hamdi Sula, Achmad Figo Ramadani, Rifad Marasabessy, dan Bayu Aji. Keempatnya gagal menggantikan peran apik bek kanan Arema musim lalu, Rizky Dwi Febrianto.
2. Melepas Ichaka Diarra adalah opsi

Selain bek sayap, Arema memiliki kendala utama di sektor bek tengah. Itu kian terlihat setelah performa salah satu bek asing mereka masih jauh di bawah ekspetasi. Ia adalah Ichaka diarra, bek asal Mali.
Buktinya, Diarra membukukan statistik penampilan yang buruk sejauh ini. Bek 28 tahun itu hanya mengemas 9 penampilan dengan 685 menit bermain di putaran pertama Liga 1 2023/2024. Statistik Diarra bahkan kalah dengan statistik milik bek lokal Arema, Bagas Adi Nugroho.
Kini, posisi Diarra diganti oleh Charles Raphael, gelandang serba bisa Arema asal Brasil. Sang pemain tampil jauh lebih baik dibanding Diarra. Arema benar-benar wajib mempertimbangkan Diarra. Apakah mereka tetap mempertahankannya atau melepasnya untuk mendatangkan pemain asing lagi.
3. Perkuat lini tengah, Arema bisa mendatangkan gelandang asing lagi

Arema kemungkinan besar bisa merekrut satu pemain asing di paruh musim Liga 1 2023/2024. Itu bisa mereka lakukan jika menyetujui perihal untuk melepas Ichaka Diarra yang tampil di bawah performa. Jika terjadi, Arema boleh saja mendatangkan satu pemain asing di posisi gelandang.
Mengapa demikian? Arema sejauh ini kehilangan Charles Raphael yang seharusnya mengisi pos gelandang bertahan. Perannya kini digeser ke belakang lantaran Diarra tampil buruk. Alhasil, Arema tak memiliki gelandang yang mumpuni untuk mendukung duet Ariel Lucero dan Jayus Hariono di lini tengah Singo Edan.
Ariel dan Jayus sendiri tak bermain buruk. Hanya saja, keduanya masih membutuhkan sosok gelandang yang bisa jadi pelengkap bagi mereka. Harapannya, chemistry antarpemain Singo Edan juga terjalin makin solid setelah ada satu gelandang baru yang didatangkan.
Bagaimana dengan Evan Dimas? Gafik performa Evan menurun sertelah baru membukukan 6 penampilan dengan 206 menit bermain hingga paruh musim Liga 1 2023/2024. Belum lagi, banyak kabar mengatakan bahwa Evan tak masuk ke dalam skema permainan pelatih Arema saat ini, Fernando Valente.
4. Sektor winger yang mumpuni bisa bikin Gustavo Almeida makin gacor!

Sektor winger Arema pun perlu dibenahi. Ini bukan menjadi kendala utama. Hanya saja, performa pemain sayap mereka masih belum terlihat optimal hingga putaran pertama Liga 1 2023/2024. Bila kualitas pemain sayap Singo Edan makin apik, tak mustahil akan membuat performa bintang mereka, Gustavo Almeida, kian menjadi-jadi.
Sejauh ini, hanya Dendi Santoso yang bermain menonjol di sektor flank Arema. Itu bisa dibuktikan usai senior Arema 33 tahun itu menorehkan catatan 15 kali main dengan 999 menit bermain, baru 2 kali absen. Sementara, dua winger lainnya, Ginanjar Wahyu dan Samsudin, masih minor.
Untuk Charles Lokolingoy dan Dedik Setiawan, keduanya hanya dijadikan opsi untuk mengisi posisi sayap. Itu didsebabkan mereka juga biasa diandalkan di pos penyerang atau penyerang bayangan. Tentunya, semua itu dilakukan setelah menunggu keputusan kepala pelatih serta sikon yang tengah dialami Arema dalam suatu laga.
Itulah empat kekurangan yang dialami Arema FC hingga paruh musim Liga 1 Indonesia 2023/2024. Semoga Singo Edan bisa segera berbenah agar bangkit pada putaran kedua liga nanti.


















