Surabaya, IDN Times - Mobil listrik mulai menguasai porsi signifikan pasar kendaraan baru di Jawa Timur (Jatim). Dalam enam bulan pertama 2026, sekitar 17 persen kendaraan baru yang tercatat di Jatim merupakan mobil listrik.
Namun, di tengah laju elektrifikasi yang semakin kencang, kebijakan pajaknya justru belum memiliki kepastian di tingkat daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim masih menunggu arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelum mengambil langkah terkait pemungutan pajak kendaraan listrik.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim, Bobby Soemiarsono mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil keputusan sendiri sebelum ada kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. "Kita tunggu lagi kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri," ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Bobby menjelaskan, sebelumnya terdapat ketentuan yang membuka ruang bagi pemerintah daerah dalam pengenaan pajak kendaraan listrik. Namun, kemudian muncul surat edaran Menteri Dalam Negeri yang mengarahkan pemberian insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan listrik berbasis baterai.
Bapenda Jatim pun memilih menunggu arahan lebih lanjut daripada menerapkan kebijakan yang berpotensi berbeda dengan pemerintah pusat. "Karena tentunya Pak Mendagri ini kan sudah mempertimbangkan banyak hal. Pertimbangan beliau akan lebih komprehensif dibanding kita-kita yang ada di daerah," ungkap Bobby.
Persoalan ini menjadi semakin penting karena kendaraan listrik bukan lagi segmen kecil di pasar otomotif Jatim. Porsinya terhadap kendaraan baru dalam enam bulan pertama 2026 telah mencapai sekitar 17 persen.
Bobby menegaskan angka tersebut khusus menunjukkan proporsi mobil listrik dari kendaraan baru, bukan berarti 17 persen dari seluruh populasi kendaraan di Jatim sudah menggunakan tenaga listrik.
"Itu (17 persen) mobil. Kalau motor kan relatif enggak terlalu berkembang ya," terangnya.
Tren di Jatim tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi secara nasional. Sepanjang semester I 2026, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) mencapai 70.095 unit, dengan pangsa pasar 16,06 persen dari penjualan kendaraan roda empat nasional.
Kendaraan hybrid juga mencatat penjualan 40.405 unit atau menguasai 9,26 persen pasar mobil nasional pada periode yang sama. Jika digabung, penjualan BEV dan HEV telah menembus lebih dari 110.000 unit dalam enam bulan pertama 2026.
