Madiun, IDN Times – Petani hortikultura di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengembangkan durian varietas kawuk selama dua tahun terakhir. Hingga kini, sekitar 294 pohon telah ditanam dan 94 di antaranya telah berbuah.
Durian jenis ini dijadikan ikon, karena memiliki beberapa keunggulan dibanding varietas lain. Ketua Kelompok Tani ’Setyo Tuhu’ Desa Segulug, Harwadi, mengatakan proses kembang hingga durian kawuk matang, membutuhkan waktu sektiar empat bulan. Tenggang waktu itu relatif lebih cepat dibandingkan varietas lain.
Dari segi kualitas buah, durian jenis ini memiliki daging tebal, kulit tipis, dan rasanya lezat. “Maka, perlu dikembangkan apalagi pihak Dinas Pertanian sudah memfasilitasi untuk sertifikasi pengembangan bibit di Kementerian Pertanian,” kata dia, Sabtu (26/1).
