Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Tewas Karhutla Bromo Jadi 4 Orang, 2 Dirujuk ke Surabaya

Kab. Probolinggo
2 min read
Korban Tewas Karhutla Bromo Jadi 4 Orang, 2 Dirujuk ke Surabaya
ilustrasi jenazah (pexels.com/Silviu Cozma)
  • Korban tewas dalam kebakaran hutan dan lahan di Blok Pusung Lingker, TNBTS, Probolinggo, bertambah menjadi empat orang hingga Kamis malam.

  • Dua relawan yang mengalami luka bakar dipindahkan dari RSUD Tongas, Probolinggo, ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk perawatan intensif.

  • Insiden terjadi saat petugas dan relawan memadamkan api; polisi telah memeriksa TKP dan saksi, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Probolinggo, IDN Times - Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, semakin memilukan. Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang hingga Kamis (15/10/2026) malam. Sementara itu, dua relawan yang mengalami luka bakar harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya penambahan satu korban meninggal dunia dalam insiden di Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

“Benar. Ada satu korban lagi yang meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Total korban tewas dalam tragedi karhutla Bromo menjadi empat orang. Sebelumnya, tiga korban ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan terjebak kobaran api dan kepulan asap pekat saat membantu upaya pemadaman.

Selain empat korban meninggal dunia, dua relawan lainnya mengalami luka bakar. Kondisi mereka membutuhkan penanganan lebih intensif sehingga keduanya dipindahkan dari RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

“Sedangkan, dua korban lagi yang mengalami luka bakar telah dirujuk dari RSUD Tongas ke RSUD Dr Soetomo,” kata Jules.

Peristiwa maut tersebut terjadi saat sejumlah petugas dan relawan berupaya membantu pemadaman kebakaran di kawasan konservasi TNBTS. Sebelumnya, polisi menyebut sekitar 12 orang, terdiri dari petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel, bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran.

Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah petugas menerima kabar bahwa rekan-rekan mereka meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan asap pekat. Saat tim lain tiba, tiga orang ditemukan meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka bakar.

Tim Inafis dan penyidik Reskrim Polres Probolinggo sebelumnya telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, penyebab awal kebakaran maupun faktor yang menyebabkan para korban meninggal dunia masih dalam penyelidikan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More