Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Karhutla Bromo Dapat Santunan Rp10 Juta dari Pemprov Jatim

Kota Surabaya
3 min read
Korban Karhutla Bromo Dapat Santunan Rp10 Juta dari Pemprov Jatim
ilustrasi karhutla di Indonesia (pexels.com/Vladyslav Dukhin)
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka atas meninggalnya empat petugas dan relawan saat memadamkan karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

  • Empat korban meninggal ialah petugas TNBTS Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, serta relawan hotel Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah.

  • Pemprov Jawa Timur memberikan santunan Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban serta menekankan keselamatan personel, koordinasi, dan kewaspadaan dalam penanganan karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Empat korban tersebut mendapat santunan uang tunai masing-masing Rp10 juta rupiah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, empat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, yang merupakan petugas Balai Besar TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), relawan dari karyawan hotel setempat.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia, serta keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ujar Khofifah, Jumat (16/10/2026).

Khofifah mengatakan, pengabdian para korban yang berjuang di tengah risiko kebakaran merupakan bentuk dedikasi dan kepedulian dalam upaya penanganan bencana serta perlindungan kawasan hutan. Menurutnya, peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Jawa Timur.

“Saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada mereka yang telah berjuang menjalankan tugas di lapangan. Di tengah risiko yang besar, mereka berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana,” ucap Khofifah.

Khofifah juga mendoakan agar para korban yang mengalami luka-luka diberikan kesembuhan dan kekuatan. Ia berharap keluarga korban meninggal dunia mendapatkan dukungan dan pendampingan dalam menghadapi masa sulit ini.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya menyampaikan simpati dan doa yang tulus. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan memberikan santunan sebesar Rp10 juta kepada keluarga masing-masing korban yang meninggal dunia.

“Semoga santunan ini dapat sedikit membantu keluarga yang ditinggalkan. Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan personel dalam setiap upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi yang baik, serta kewaspadaan terhadap perubahan kondisi di lapangan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki kerentanan terhadap karhutla.

“Bromo merupakan salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia. Menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatiank besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana,” pungkas Khofifah.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More