Surabaya, IDN Times - Berulang. Satu kata yang menggambarkan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Terutama di Kota Surabaya yang menyandang predikat kota layak anak. Tapi, kasus kekerasan seksual tidak dapat dicegah. Kasusnya terus bermunculan tiap tahunnya.
Baru-baru ini, ada tujuh siswa Madrasah Ibitidaiyah (MI) di Surabaya menjadi korban kekerasan seksual berupa pencabulan. Pelakunya ialah gurunya sendiri, berinisial AR (31). Kini AR sudah ditangkap sekaligus dijadikan tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kendati sudah ditangani, Surabaya Children Crisis Center (SCCC) menyoroti sejumlah hal yang menjadi celah sehingga kekerasan seksual masih marak di lingkungan pendidikan. Khususnya Surabaya.