Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Panjang Hantam Jagung Jatim, 24,6 Hektare Alami Puso
ilustrasi jagung (pexels.com/ Engin Akyurt)
  • Hingga 10 September 2026, kekeringan ekstrem berdampak pada 92,52 hektare jagung di Jawa Timur; 24,6 hektare puso, terutama di Tulungagung, Malang, dan Sumenep.

  • Produksi jagung Jatim Januari–Oktober 2026 diproyeksikan mencapai 3.714.043 ton, melampaui kebutuhan pakan ternak tahunan 3.283.550 ton sehingga pasokan dinyatakan masih mencukupi.

  • Pemerintah menangani dampak kemarau melalui bantuan irigasi perpompaan, 1.000 paket benih bagi lahan puso, serta program SPHP jagung BULOG untuk peternak rakyat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari-Oktober 2026

Produksi jagung Jatim diproyeksikan mencapai 3.714.043 ton pada kadar air 14 persen, sehingga masih surplus untuk kebutuhan peternakan.

Juni-Juli

Luas baku panen yang menjadi dasar proyeksi produksi jagung telah terpantau.

sepanjang 2026

Kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan ternak di Jawa Timur diproyeksikan mencapai 3.283.550 ton per tahun.

Hingga 10 September 2026

Kekeringan ekstrem berdampak pada 92,52 hektare lahan jagung di Jatim. Sebanyak 24,6 hektare dinyatakan puso.

saat ini

Kebutuhan jagung untuk peternakan di Jatim masih mencukupi, didukung penyaluran SPHP jagung oleh Perum BULOG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kekeringan ekstrem akibat kemarau panjang berdampak pada 92,52 hektare lahan jagung di Jawa Timur, dengan 24,6 hektare mengalami puso atau gagal panen total.
  • Who?
    Petani jagung terdampak di Tulungagung, Sumenep, dan Malang; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur; Kementerian Pertanian; Pemprov Jatim; serta Perum BULOG.
  • Where?
    Kerusakan puso tercatat di Tulungagung seluas 16,6 hektare, Malang tujuh hektare, dan Sumenep satu hektare. Tuban terdampak kekeringan, tetapi belum terdapat puso.
  • When?
    Data dampak kekeringan diperbarui hingga 10 September 2026. Proyeksi produksi jagung mencakup periode panen Januari hingga Oktober 2026.
  • Why?
    Musim kemarau panjang memicu kekeringan ekstrem pada sebagian lahan jagung. Tanaman yang mengalami puso tidak lagi dapat dipanen.
  • How?
    Pemerintah menyalurkan bantuan irigasi perpompaan dan menyiapkan 1.000 paket benih jagung. Pasokan pakan peternak rakyat juga didukung program SPHP jagung Perum BULOG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kemarau panjang membuat banyak kebun jagung di Jawa Timur kekurangan air. Sebanyak 24,6 hektare jagung gagal panen, paling banyak di Tulungagung. Sumenep dan Malang juga terkena. Tapi jagung untuk makanan ayam masih cukup. Pemerintah memberi bantuan air dan benih jagung baru untuk petani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan kemarau, ketahanan pasokan jagung Jawa Timur masih terjaga melalui proyeksi produksi yang melampaui kebutuhan pakan ternak. Dampak puso juga masih terbatas dibanding luas lahan jagung, sementara irigasi perpompaan, bantuan benih, dan penyaluran jagung SPHP memperkuat upaya menjaga keberlanjutan produksi serta akses pakan peternak rakyat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Musim kemarau panjang mulai menekan sebagian lahan pertanian jagung di Jawa Timur (Jatim). Hingga 10 September 2026, sedikitnya 92,52 hektare lahan jagung terdampak kekeringan ekstrem, dengan 24,6 hektare di antaranya dinyatakan puso atau gagal panen total.

Meski demikian, belum sampai mengganggu ketersediaan jagung untuk kebutuhan peternakan di Jatim. Produksi jagung Jatim masih diproyeksikan surplus dengan perkiraan panen Januari-Oktober 2026 mencapai 3.714.043 ton untuk kadar air 14 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno mengatakan, luasan lahan yang terdampak kekeringan ekstrem tersebut masih relatif kecil dibandingkan total lahan jagung di Jatim. "Panen jagung prediksi Januari-Oktober untuk kadar air 14 persen sebesar 3.714.043 ton," ujarnya.

Menurut dia, angka proyeksi produksi tersebut dihitung berdasarkan luas baku panen yang telah terpantau sekitar tiga bulan sebelumnya, yakni pada Juni-Juli.

Namun, ancaman kekeringan tetap menjadi perhatian karena tanaman jagung yang mengalami puso tidak lagi dapat dipanen. Dari 92,52 hektare lahan terdampak, kerusakan paling parah tercatat di tiga daerah.

Tulungagung menjadi daerah dengan luasan puso terbesar, yakni 16,6 hektare. Selanjutnya Sumenep tercatat satu hektare dan Malang tujuh hektare. "Daerah yang mengalami puso jagung di antaranya 16,6 hektare di Tulungagung, satu hektare di Sumenep, dan tujuh hektare di Malang," ungkap Heru.

Sementara Kabupaten Tuban yang menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di Jawa Timur memang sempat terdampak kekeringan. Namun, hingga data tersebut diperbarui, tidak ada lahan jagung di Tuban yang dinyatakan puso.

"Tuban malah tidak ada yang puso, sempat terkena dampak kekeringan tapi belum sampai puso," imbuh Heru.

Untuk menekan dampak kemarau, pemerintah mengandalkan sejumlah intervensi, terutama dukungan irigasi. Kementerian Pertanian disebut telah memberikan bantuan irigasi perpompaan untuk membantu mengamankan lahan pertanian selama musim kering.

Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan 1.000 paket benih jagung bagi wilayah yang tanaman pertaniannya mengalami puso. Bantuan diharapkan dapat mempercepat pemulihan lahan terdampak sekaligus menjaga kesinambungan produksi jagung Jatim.

Persoalan produksi jagung menjadi penting karena komoditas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendapatan petani, tetapi juga menjadi bahan baku utama industri pakan ternak.

Data Dinas Peternakan Jatim memproyeksikan kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak di Jawa Timur sepanjang 2026 mencapai 3.283.550 ton per tahun. Kebutuhan berasal dari sektor perunggasan. Ayam ras petelur menjadi konsumen terbesar dengan kebutuhan mencapai 2.398.710 ton per tahun.

Di bawahnya, ayam ras pedaging membutuhkan sekitar 533.319 ton jagung per tahun. Sementara kebutuhan ayam buras mencapai 204.822 ton dan burung puyuh sekitar 146.699 ton per tahun. Artinya, dari total kebutuhan 3,28 juta ton jagung untuk pakan ternak, sekitar 2,93 juta ton terserap oleh ayam ras petelur dan pedaging.

Kondisi tersebut membuat kesinambungan produksi jagung menjadi penting bagi rantai pasok peternakan. Gangguan produksi yang meluas berpotensi memberi tekanan bukan hanya kepada petani, tetapi juga kepada pelaku usaha peternakan yang bergantung pada ketersediaan bahan baku pakan.

Heru memastikan kebutuhan jagung untuk peternakan di Jatim saat ini masih mencukupi. Salah satu penyangga pasokan tersebut adalah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung yang disalurkan Perum BULOG untuk menyediakan bahan baku pakan dengan harga terjangkau bagi peternak rakyat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article