Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kekeringan Hantam 3.856 Hektare Lahan Pertanian Jatim, 149 Puso
ilustrasi kekeringan (pexels.com/jonathan)
  • Kekeringan melanda 3.856 hektare lahan pertanian di Jawa Timur; per 10 September 2026, 597,11 hektare sawah padi terdampak dan 149,95 hektare mengalami puso.

  • DPKP Jatim menegaskan lahan terdampak belum tentu gagal panen; status puso diberikan ketika tanaman tidak dapat dipulihkan akibat kekurangan air.

  • Pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi mengantisipasi dampak kekeringan, sementara Pemprov Jatim menyiapkan bantuan benih melalui P-APBD 2026 untuk lahan hingga 1.000 hektare.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Pemerintah mulai melakukan langkah antisipasi kekeringan di sektor pertanian Jawa Timur.

awal 2026

Upaya antisipasi kekeringan berlanjut melalui koordinasi Kementerian Pertanian, Pemprov Jatim, serta pemerintah kabupaten dan kota.

2026

Melalui P-APBD 2026, Pemprov Jatim menyiapkan bantuan benih untuk lahan puso hingga 1.000 hektare.

10 September 2026

Lahan padi terdampak kekeringan di Jawa Timur mencapai 597,11 hektare, dengan 149,95 hektare mengalami puso.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kekeringan berdampak pada 3.856 hektare lahan pertanian di Jawa Timur; 597,11 hektare di antaranya lahan padi, dengan 149,95 hektare mengalami puso atau gagal panen.
  • Who?
    Petani di Jawa Timur terdampak kekeringan. DPKP Jatim, Kementerian Pertanian, Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota, serta Gubernur Khofifah Indar Parawansa menangani antisipasi dan bantuan.
  • Where?
    Lahan pertanian di sejumlah daerah di Jawa Timur terdampak kekeringan. Rincian lokasi kabupaten atau kota yang mengalami dampak per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Data dampak kekeringan tercatat hingga 10 September 2026. Kepala DPKP Jatim Heru Suseno menyampaikan kondisi tersebut pada Rabu, 14 Oktober 2026.
  • Why?
    Kekeringan mengurangi ketersediaan air, yang menjadi kebutuhan utama produksi pertanian. Tanaman ditetapkan puso ketika tidak dapat dipulihkan akibat kekeringan dan gagal panen.
  • How?
    Pemerintah melakukan antisipasi sejak 2025, berkoordinasi lintas pemerintahan, serta menyiapkan bantuan benih melalui P-APBD 2026 untuk lahan hingga 1.000 hektare bagi petani yang sawahnya puso.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kekeringan membuat 3.856 hektare sawah di Jawa Timur kekurangan air. Hampir 150 hektare padi sudah gagal panen dan tidak bisa diselamatkan. Pak Heru dari dinas pertanian bilang pemerintah sedang berusaha membantu. Bu Khofifah menyiapkan benih untuk petani. Mereka berharap hujan turun Oktober supaya sawah tidak makin banyak rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah ancaman kekeringan, ruang pemulihan masih terbuka karena sebagian besar lahan terdampak belum tentu gagal panen. Antisipasi yang telah dilakukan sejak 2025, koordinasi lintas pemerintahan, serta kesiapan bantuan benih untuk hingga 1.000 hektare menunjukkan adanya dukungan konkret agar petani dapat kembali menanam dan produksi pangan tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kekeringan mengancam lahan pertanian di Jawa Timur (Jatim). Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jatim mencatat total 3.856 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan di sejumlah daerah. Dari jumlah tersebut, hampir 150 hektare lahan padi dilaporkan sudah mengalami puso atau gagal panen dan tidak bisa diselamatkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno mengatakan, kekeringan menjadi perhatian serius pemerintah karena air merupakan kebutuhan utama dalam produksi pertanian. Terlebih, Jatim merupakan salah satu lumbung pangan nasional, khususnya untuk komoditas padi.

“Ini bagian dari perhatian kita untuk mengantisipasinya. Karena komoditas pertanian kita itu kan memang sumber utama untuk kehidupannya itu kan air,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data hingga 10 September 2026, luas lahan padi yang terdampak kekeringan mencapai 597,11 hektare di seluruh Jatim. Dari total tersebut, sebanyak 149,95 hektare telah mengalami puso.

Heru menegaskan, lahan yang terdampak kekeringan tidak serta-merta berujung gagal panen. Sebagian lahan masih berpeluang diselamatkan, sedangkan status puso diberikan ketika tanaman sudah tidak dapat dipulihkan akibat kekeringan.

“Itu yang terdampak. Belum tentu yang namanya terdampak itu kemudian akhirnya puso. Puso itu ya sudah gagal panen, tidak bisa diselamatkan, banyak yang gagal,” jelasnya.

Untuk menekan dampak kekeringan, pemerintah mengaku telah melakukan langkah antisipasi sejak 2025 dan berlanjut pada awal 2026. Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan terhadap produksi pertanian.

“Karena Jawa Timur adalah salah satu lumbung pangan, terutama untuk padi,” tambah Heru.

Di sisi lain, Pemprov Jatim menyiapkan bantuan benih untuk membantu petani yang sawahnya mengalami puso. Melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyiapkan bantuan benih untuk lahan hingga 1.000 hektare.

Heru berharap luas lahan yang mengalami puso tidak bertambah signifikan, terutama jika hujan mulai turun pada Oktober. Dengan begitu, bantuan benih yang disiapkan pemerintah dapat mencukupi kebutuhan petani terdampak.

“Kita siapkan ada 1.000 hektare. Semoga saja tidak sampai 1.000 hektare. Karena perhitungan kita kalau sampai September ini baru 149,95 hektare, maka Oktober sudah ada air, kira-kira naiknya tidak terlalu banyak,” katanya.

Pemerintah berharap langkah antisipasi dan bantuan benih tersebut dapat membantu petani kembali menanam setelah gagal panen, sekaligus menjaga produksi pangan Jatim di tengah ancaman kekeringan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article