Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dokumentasi Polsek Tanjung Bumi
Dokumentasi Polsek Tanjung Bumi

Bangkalan, IDN Times - Selasa (23/7) tak akan dilupakan Sugianto. Menjelang subuh, ia terbangun, ketika membuka pintu hendak ke kamar mandi, ada segumpal kain di meja teras. Ketika kain disibak, warga Dusun Jambangan, Desa Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan itu pun kaget karena ada bayi mungil yang masih merah di dalamnya.

1. Sugianto melapor ke polisi

Dokumentasi Polsek Tanjung Bumi

Setelah memberi tahu semua keluarga dan para tetangga berdatangan, Sugianto melapor ke Polsek Tanjung Bumi. Dibantu polisi, bayi itu lantas dibawa ke Puskesmas agar mendapat perawatan pertama oleh bidan. Kemudian bayi itu dirujuk ke RSUD Syamrabu untuk memastikan kondisinya.

"Bayinya tidak menangis, mungkin karena lahir prematur," kata Kepala Polsek Tanjung Bumi, Iptu Puji Purnama.

2. Bayi masih lengkap dengan tali pusar

Dokumentasi Polsek Tanjung Bumi

Melihat kondisinya, bayi perempuan itu sepertinya baru dilahirkan sebelum kemudian oleh orang tuanya diletakkan di teras rumah Sugianto. Sebab, tali pusarnya pun belum dipotong juga ada sisa darah ditubuhnya. Polisi masih berupaya mengungkap identitas orang tua bayi tersebut.

"Pak Sugianto ingin mengadopsi bayi itu," ujar Puji.

3. Kasus kedua dalam setahun

thebump.com

Peristiwa pembuangan bayi di Tanjung Bumi adalah yang kedua dalam setahun terakhir. Pada 2018, peristiwa serupa terjadi di Dusun Jreka, Desa Kampak, Kecamatan Geger.

Meski berbeda tahun, namun kedua peristiwa terjadi di bulan yang sama yaitu Juli. Peristiwa di Geger terjadi tanggal 22 Juli, keduanya pun sama-sama  bayi perempuan. Saat ditemukan pun sama-sama hanya dibungkus selembar kain, juga dengan tali pusar belum dipotong.

Editorial Team