Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Korban Luka Karhutla Bromo Jalani Operasi di RSUD dr Soetomo
ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Eclipse Chasers)
  • Dua korban kebakaran hutan dan lahan di TNBTS dirujuk dari RSUD Tongas Probolinggo ke RSUD dr Soetomo Surabaya pada Kamis malam untuk menjalani operasi.

  • Satu pasien telah dioperasi pada dini hari setelah tiba di IGD pukul 20.45, sedangkan pasien kedua masih dalam observasi sebelum operasi.

  • Dalam insiden saat pemadaman, tiga orang ditemukan meninggal dan sejumlah lainnya terluka; polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta faktor kematian korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Dua orang korban kebakaran hutan dan lahan (Karhuta) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya.

Staf Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken mengatakan, kedua pasien tiba di RSUD dr Soetomo pada Kamis (15/10/2025) malam. Mereka dilarikan ke RSUD dr Soetomo setelah sebelumnya berada di RSUD Tongas Probolinggo.

"Dua pasien yang kami terima rujukan dari RSUD Tongas Probolinggo," ujar Niken kepada IDN Times, Jumat (16/10/2026).

Keduanya dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk menjalani operasi. Satu pasien sudah melaksanakan operasi pada dini hari tadi. Sementara satu lainnya masih observasi.

"Satu pasien diterima IGD pukul 20.45 sudah dilaksanakan Operasi pada dini hari, satu pasien lagi diterima pukul 21.36, rencana akan dioperasi saat ini masih observasi," ucapnya.

Niken tidak bisa menyampaikan secara detail kondisi korban, termasuk soal luka bakar yang dialami. "Mohon maaf kami belum bisa memberikan informasi lebih lanjut ya," pungkas dia.

Peristiwa maut tersebut terjadi saat sejumlah petugas dan relawan berupaya membantu pemadaman kebakaran di kawasan konservasi TNBTS. Sebelumnya, polisi menyebut sekitar 12 orang, terdiri dari petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel, bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran.

Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah petugas menerima kabar bahwa rekan-rekan mereka meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan asap pekat. Saat tim lain tiba, tiga orang ditemukan meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka bakar.

Tim Inafis dan penyidik Reskrim Polres Probolinggo sebelumnya telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, penyebab awal kebakaran maupun faktor yang menyebabkan para korban meninggal dunia masih dalam penyelidikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article