Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Calon Manajer KDMP di Jatim,  Menunggu Kepastian
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Muqaorrobin Filosofo Sulthon, warga Lamongan, masih menunggu pengangkatan sebagai manajer Koperasi Desa Merah Putih setelah mengikuti proses rekrutmen dan pelatihan SPPI.
  • Pelatihan mencakup manajemen koperasi, pemasaran, akuntansi, pajak, hingga legalitas. Namun, hingga akhir Agustus 2026, SK pengangkatan dan jadwal kerja belum diterbitkan.
  • Calon manajer belum menerima kepastian penempatan, sistem kerja, gaji, maupun benefit. Robin berharap pemerintah segera memberi kejelasan karena sejumlah peserta telah meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lamongan, IDN Times - Muqaorrobin Filosofo Sulthon warga Lamongan masih menunggu kepastian, kapan dirinya akan segera diangkat menjadi manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pasalnya usai mengikuti pelatihan pada akhir Juli 2026 lalu, kini nasibnya masih belum jelas. 

Pada April 2026 lalu, Robin-sapaannya bertekad untuk mendaftar sebagai manajer KDMP. Sebelumnya, dia memang sudah bekerja di KDMP sebagai business assistant, semacam pendamping untuk koperasi saat awal-awal program tersebut diresmikan. “Kalau sebelumnya lagi saya sebagai PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) KPU,” ujarnya kepada IDN Times, Jumat (28/8/2025).

Robin pun mengikuti proses rekrutmen KDMP sesuai dengan prosedur yang ada. Ia juga menyerahkan segala dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan calon manajer, bahkan beberapa di antarnya untuk keperluan jaminan sosial.

Robin jug mengikuti pelatihan sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk KDMP selama 1,5 bulan sejak Juni hingga akhir Juli 2026. Ia mendapat berbagai macam materi, mulai manajemen koperasi, hingga soal pemasaran. 

“Kita dapat banyak materi selama pelatihan, ada materi-materi dasar, banyak juga materi-materi pengembangan. Seperti halnya legalitas koperasi, apa itu koperasi, filosofi koperasi, sejarahnya. Lalu kemudian tata letak gerai, display, habis itu pemasaran, akuntansi, pajak, dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Pelatihan pun selesai pada 31 Agustus 2026. Saat itu, fasilitator pelatihan mengatakan kepada Robi bahwa mereka akan bekerja pada Agustus 2026. Tetapi, hingga bulan Agustus mau berakhir, pihaknya tak kunjung mendapat kepastian. Surat Keputusan (SK) pengangkatan manajer juga tak kunjung turun. 

Menurutnya, ketidakpastian ini diduga karena adanya kabar mengenai pengurangan  jumlah KDMP yang akan dibuka. Dari yang awalnya direncakan 80 ribu koperasi, menjadi hanya 40 ribu. 

“Jadi kemarin kan rencananya kan Agustus itu mau launching terus kita juga udah ditempatkan di situ. Cuma sampai sekarang itu terkait regulasi tersebut memang belum,” ungkap dia.

Setelah pelatihan itu, Robin dibiarkan begitu saja. Tak ada statmen resmi dari pemerintah, mengenai kepastian ini. Ia pun menanti-nanti kapan dirinya akan segera bekerja. 

Informasi soal KDMP, seperti akan ditempatkan di mana, seperti apa sistem kerjanya, besaran gaji hingga benefit apa yang akan didapat Robin, juga tak jelas. “Ndak (disampaikan soal gaji), kita juga nunggu, kayak gitu juga belum ada,” ungkap dia. 

Informasi yang selama ini diterima Robin hanya dari pengajar selama pelatihan. Itu pun menurutnya belum bisa dipastikan kebenarannya. 

“Kalau kemarin info yang saya terima itu dari fasilitator juga sih Mbak, itu lebih ke domisili terdekat dari KTP,” ungkap dia. 

Robin sendiri merasa bingung, di mana dia harus mencari informasi soal ini. Sebab, KDMP dinaungi oleh beberapa instansi mulai dari Kementrian Koprasi, Agrinas dan beberapa lainnya. 

“Kami juga bingung. Soalnya kan manajer sendiri kan dinaungi beberapa kementerian, seperti halnya waktu pembentukan dulu. Itu beberapa kementerian bergabung membuat yang namanya Panselnas untuk hire SDM, seperti itu,” ungkap dia.

Robin kini hanya bisa memantau website dari Kementerian Koperasi. Meskipun sampai saat ini, website itu masih belum memunculkan pengumuman soal kepastian calon manajer KDMP. 

“Nah itu Mbak, kami juga bingung. Kalau informasi pasti itu belum ada sih yang mewakili kalau menurut saya setelah pelatihan ini. Kalau yang kemarin kan waktu pelatihan kan dinaungi website Panselnas. Kalau sekarang ini untuk yang ter-update untuk data diri dan lain sebagainya itu dari Kemenko,” ungkapnya. 

Robin berharap agar pemerintah segera memberi kepastian. Sebab, selama ini banyak calon manajer yang telah melepas pekerjaan lamanya demi bisa bekerja di KDMP. 

“Kalau harapan kami, harapan saya juga mewakili teman-teman, itu berharap segera diturunkannya SK dan juga kejelasan terkait penempatan dan juga besaran gaji sih,” pungkas dia

Curated For You

Editorial Team

Related Article