Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Gempa M4,4 Lumajang Tak Terkait Aktivitas Semeru
Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • BMKG menegaskan gempa M4,4 yang mengguncang Lumajang pada 5 Oktober 2026 merupakan gempa tektonik, bukan terkait aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

  • Gempa pukul 09.16 WIB berkedalaman 76 kilometer dengan episenter di laut, sekitar 133 kilometer barat daya Lumajang, dan berkaitan dengan aktivitas subduksi.

  • Guncangan terasa hingga Blitar, Malang, dan Jember; BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami, belum ada gempa susulan, serta mengimbau warga mengikuti kanal resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pukul 09.16.32 WIB

Gempa tektonik M4,4 mengguncang Lumajang dari episenter di laut sekitar 133 kilometer barat daya kabupaten tersebut. BMKG menyatakan gempa berkedalaman 76 kilometer ini terkait aktivitas subduksi, bukan Gunung Semeru.

pukul 09.35 WIB

Monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. BMKG juga memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa bumi tektonik magnitudo 4,4 mengguncang Lumajang dan wilayah sekitarnya. BMKG menyatakan gempa tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Semeru serta tidak berpotensi tsunami.
  • Who?
    BMKG, melalui PMG Madya Stasiun Geofisika Pasuruan Rozikan, menyampaikan analisis gempa. Warga di Lumajang, Blitar, Malang, dan Jember merasakan getaran.
  • Where?
    Episenter berada di laut pada koordinat 9,31 derajat Lintang Selatan dan 113,01 derajat Bujur Timur, sekitar 133 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang.
  • When?
    Gempa terjadi pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 09.16.32 WIB. Hingga pukul 09.35 WIB, pemantauan BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.
  • Why?
    Gempa berkaitan dengan aktivitas subduksi, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter 76 kilometer. Aktivitas Gunung Semeru merupakan proses vulkanisme yang berbeda.
  • How?
    Guncangan tercatat III MMI di Lumajang serta II MMI di Blitar, Malang, dan Jember. BMKG melakukan analisis dan pemodelan tsunami, lalu mengimbau masyarakat mengikuti kanal resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa M4,4 mengguncang Lumajang pagi hari. BMKG bilang gempa ini dari gerakan tanah di laut, bukan dari Gunung Semeru. Getarannya terasa di Lumajang, juga Blitar, Malang, dan Jember. Tidak ada tsunami dan belum ada gempa lagi. BMKG minta orang melihat kabar resmi saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan BMKG yang tegas mengenai sifat tektonik gempa memberi masyarakat dasar informasi yang jelas di tengah getaran yang dirasakan. Analisis lokasi, kedalaman, serta pemodelan tsunami juga menunjukkan pemantauan dilakukan secara terukur, dengan tidak adanya potensi tsunami maupun gempa susulan hingga waktu pengamatan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lumajang, IDN Times - Gempa bumi yang mengguncang Lumajang, Senin (5/10/2026) pagi, tidak berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa tersebut merupakan gempa bumi tektonik, sedangkan aktivitas Semeru merupakan aktivitas vulkanik.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Pasuruan, Rozikan mengatakan, perbedaan tersebut penting dipahami masyarakat agar tidak muncul anggapan bahwa gempa yang dirasakan warga Lumajang disebabkan aktivitas Gunung Semeru.

"Kalau gempa bumi di Lumajang merupakan gempa bumi tektonik, sedangkan aktivitas Semeru merupakan aktivitas vulkanik," ujar Rozikan kepada IDN Times.

Gempa Lumajang terjadi pada pukul 09.16.32 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M4,4 dengan kedalaman 76 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 9,31 derajat Lintang Selatan dan 113,01 derajat Bujur Timur, atau sekitar 133 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang dan berada di laut.

Dengan memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai gempa bumi menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi.

Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Semeru merupakan fenomena yang berbeda. Aktivitas tersebut berkaitan dengan proses vulkanisme di gunung api dan tidak menjadi penyebab gempa tektonik yang terjadi di laut selatan Lumajang.

Sementara berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa paling terasa di Lumajang dengan skala intensitas III MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan nyata oleh beberapa orang, seperti sensasi ketika ada truk melintas.

Getaran juga dirasakan di Blitar, Malang, dan Jember dengan skala intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Meski episenternya berada di laut, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan tidak adanya potensi tsunami akibat gempa. Hingga pukul 09.35 WIB, hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

BMKG mengimbau masyarakat tidak mengaitkan gempa tersebut dengan aktivitas Gunung Semeru maupun mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta merujuk informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi BMKG.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui akun @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi WRS-BMKG dan InfoBMKG.

Curated For You

Editorial Team

Related Article