Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
418 Ribu Siswa Jatim Bersiap Ikuti TKA
Persiapan TKA di Jatim. Dok. Dindik Jatim.
  • Sebanyak 418.012 siswa dari 4.140 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur terdaftar mengikuti Tes Kemampuan Akademik, dari sekitar 434.966 siswa yang terdata.

  • Dindik Jatim meminta sekolah menggelar simulasi untuk mengecek lokasi, komputer, dan kemampuan memahami soal, sekaligus menyiapkan mental serta fisik siswa.

  • SMAN 4 Surabaya menguji perangkat melalui simulasi 45 siswa, memperkuat pendampingan guru dan akademisi, serta menyiapkan TKA dalam dua sesi dan dua gelombang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
22 September 2026

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menekankan simulasi TKA untuk memastikan kesiapan teknis, mental, dan fisik siswa.

kini

Dindik Jatim mematangkan persiapan TKA bagi 418.012 siswa dengan mendorong sekolah menggelar simulasi dan mengecek perangkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 418.012 siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur bersiap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), dengan sekolah didorong menggelar simulasi kesiapan teknis dan kemampuan memahami soal.
  • Who?
    Peserta TKA mencakup 418.012 siswa dari 4.140 SMA, SMK, dan SLB. Dindik Jatim, Kepala Dindik Aries Agung Paewai, SMAN 4 Surabaya, guru, orang tua, Unair, dan Unesa terlibat dalam persiapan.
  • Where?
    Persiapan berlangsung di SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. SMAN 4 Surabaya telah mengadakan simulasi perangkat dan pelaksanaan bagi sejumlah siswanya.
  • When?
    Persiapan dan simulasi TKA sedang dilakukan. Aries Agung Paewai menyampaikan perkembangan persiapan pada Selasa, 22 September 2026. Jadwal pelaksanaan TKA per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Simulasi dilakukan untuk memastikan tempat, komputer, dan perangkat siap, serta membiasakan siswa membaca, memahami, dan menentukan jawaban atas variasi soal TKA dengan kesiapan mental dan fisik.
  • How?
    Dindik Jatim meminta sekolah melakukan simulasi, memperkuat mata pelajaran wajib dan pilihan, serta memberikan pendampingan. SMAN 4 menguji perangkat dengan 45 siswa, melibatkan guru dan akademisi, serta menyiapkan dua sesi dalam dua gelombang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 418.012 siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur mau ikut Tes Kemampuan Akademik. Sekolah-sekolah sedang mencoba komputer dan latihan soal supaya semua siap. Mereka juga belajar Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. SMAN 4 Surabaya sudah latihan dengan 45 siswa. Guru, orang tua, dan kampus ikut membantu siswa agar siap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan TKA di Jawa Timur menunjukkan perhatian yang menyeluruh terhadap kebutuhan siswa, melalui simulasi teknis, penguatan pembelajaran, serta pendampingan guru dan akademisi. Fokus pada kesiapan mental, fisik, dan kemampuan memahami soal juga mencerminkan pendekatan yang menghargai perbedaan karakter serta potensi setiap peserta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 418.012 siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur (Jatim) bersiap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim kini mematangkan persiapan dengan mendorong sekolah menggelar simulasi, mulai dari pengecekan perangkat hingga membiasakan siswa menghadapi karakter soal.

Berdasarkan data Dindik Jatim, sebanyak 4.140 SMA, SMK, dan SLB telah mendaftar TKA. Jumlah peserta yang tercatat mencapai 418.012 siswa dari total sekitar 434.966 siswa yang terdata.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan fisik siswa.

“Yang kita harapkan anak-anak bukan hanya menyiapkan bagaimana mereka belajar tentang akademik yang diujikan di TKA, tapi yang paling penting adalah kesiapan mental dan fisiknya,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Simulasi dilakukan, lanjut Aries, untuk memastikan berbagai aspek teknis sekaligus membiasakan siswa menghadapi bentuk soal TKA. Sekolah diminta mengecek kesiapan tempat, perangkat komputer, hingga kemampuan siswa membaca dan memahami soal.

“Simulasinya pertama adalah tempat dan komputernya, perangkatnya. Yang kedua, bagaimana anak-anak kita membaca dan memahami isi soal-soal yang ada,” katanya.

Aries menilai kemampuan memahami karakter soal perlu dilatih sejak sebelum tes berlangsung. Variasi soal membuat siswa tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan materi, tetapi juga harus mampu membaca, memahami, dan menentukan cara menjawab soal dengan tepat.

Dindik Jatim juga mendorong sekolah memperkuat mata pelajaran wajib dan pilihan. Untuk mata pelajaran wajib, perhatian diberikan antara lain pada Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Meski demikian, Dindik Jatim tidak menetapkan satu angka sebagai target nilai seluruh siswa. Aries menegaskan setiap siswa memiliki kemampuan dan karakter berbeda sehingga capaian tidak dapat diseragamkan.

“Kita ingin anak-anak kita mencapai nilai yang maksimal. Target nilai itu berbagai macam karena karakter anak-anak kita tidak bisa disamakan,” katanya.

Di Surabaya, SMAN 4 mulai melakukan simulasi dengan melibatkan lima siswa dari setiap kelas untuk mengecek kesiapan perangkat dan pelaksanaan. Total 45 siswa mengikuti simulasi selama satu hari.

Kepala SMAN 4 Surabaya Moh Zainuri mengatakan simulasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekolah untuk menentukan bagian yang masih perlu diperkuat. Sekolah juga memberikan pendampingan melalui guru serta melibatkan pihak eksternal untuk meningkatkan kesiapan siswa.

Selain itu, orang tua dilibatkan dan sekolah menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi, di antaranya Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), untuk memberikan motivasi kepada siswa.

“Kalau kami, semua mata pelajaran diperkuat, termasuk mata pelajaran pilihan. Sekarang proses pendampingan,” kata Zainuri.

Dari sisi sarana, SMAN 4 Surabaya memastikan ketersediaan komputer mencukupi untuk pelaksanaan TKA. Dengan jumlah sekitar 300 siswa, pelaksanaan TKA di sekolah tersebut direncanakan berlangsung dalam dua sesi dan dua gelombang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article