Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1.000 Buruh Geruduk Kantor Gubernur! Desak Upah Naik 9 Persen
Buruh merapat aksi di Kantor Gubernur Jatim. IDN Times/Zumrotul Abidin.
  • Sekitar 1.000 buruh KSPI Jawa Timur berunjuk rasa di Grahadi, Kantor Gubernur, dan DPRD Jatim pada 6 Oktober 2026, melanjutkan aksi sebelumnya.

  • Buruh menuntut kenaikan upah 2026 sebesar 7,5–9 persen, pengesahan Raperda Jaminan Pesangon Jatim, serta RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di tingkat nasional.

  • KSPI juga meminta penghapusan pajak JHT, pesangon, dan THR; revisi aturan alih daya; satgas PHK; penguatan K3; serta pengusutan kecelakaan kerja PT Great Wall Steel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak 2019

KSPI Jatim memperjuangkan pengesahan Raperda Jaminan Pesangon Jawa Timur, tetapi belum memperoleh kepastian.

1 Oktober 2026

KSPI Jatim menggelar aksi sebelumnya yang menjadi dasar tindak lanjut demonstrasi berikutnya.

6 Oktober 2026

Sekitar 1.000 buruh KSPI Jatim berdemonstrasi di sejumlah kantor pemerintahan, dengan Kantor Gubernur Jatim sebagai sasaran terakhir. Mereka menuntut kenaikan upah 2026, penghapusan pajak JHT, pesangon dan THR, serta pengesahan Raperda Jaminan Pesangon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sekitar 1.000 buruh KSPI Jawa Timur berdemonstrasi menuntut kenaikan upah 2026 sebesar 7,5–9 persen, penghapusan pajak JHT, pesangon dan THR, serta pengesahan Raperda Jaminan Pesangon Jatim.
  • Who?
    Buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Jawa Timur yang dikoordinasikan Perda KSPI Jatim mengikuti aksi. Ketua Perda KSPI Jatim Apin Sirait menyampaikan tuntutan demonstran.
  • Where?
    Aksi menyasar Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur, dan Kantor DPRD Jawa Timur di Surabaya. Kantor Gubernur Jawa Timur menjadi lokasi terakhir demonstrasi.
  • When?
    Demonstrasi berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, sebagai tindak lanjut aksi buruh sebelumnya pada 1 Oktober 2026.
  • Why?
    Buruh menilai tuntutan tersebut berkaitan dengan perlindungan, kesejahteraan, dan kepastian kerja. Mereka juga menyoroti Raperda Jaminan Pesangon Jatim yang diperjuangkan sejak 2019 namun hingga saat ini belum ada kepastian pengesahan.
  • How?
    KSPI menyampaikan tuntutan melalui aksi demonstrasi di kantor pemerintahan, termasuk desakan pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, revisi aturan alih daya, pembentukan satgas PHK, serta penguatan pengawasan K3.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekitar 1.000 buruh KSPI Jawa Timur datang ke kantor Gubernur di Surabaya. Mereka minta upah tahun 2026 naik sampai 9 persen. Mereka juga ingin pajak pesangon dan THR dihapus. Buruh meminta aturan jaminan pesangon segera jadi, supaya pekerja punya bantuan kalau kehilangan pekerjaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi buruh ini menunjukkan ruang aspirasi pekerja tetap hidup dan terorganisasi, dengan perhatian yang tidak hanya tertuju pada kenaikan upah, tetapi juga kepastian pesangon, jaminan sosial, keadilan pajak, serta keselamatan kerja. Rangkaian tuntutan tersebut menempatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja sebagai agenda yang dibahas secara terbuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sekitar 1.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi dengan membawa sederet tuntutan keras kepada pemerintah, Selasa (6/10/2026). Mulai dari kenaikan upah 2026 hingga 9 persen, penghapusan pajak pesangon dan tunjangan hari raya (THR), sampai pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jaminan Pesangon Jatim.

Aksi yang dikoordinasikan Perwakilan Daerah (Perda) KSPI Jatim ini menyasar sejumlah kantor pemerintahan, termasuk Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur, dan Kantor DPRD Jawa Timur. Dalam perkembangan tuntutan aksi sebelumnya, Kantor Gubernur Jatim menjadi sasaran terakhir demonstrasi.

Ketua Perda KSPI Jawa Timur Apin Sirait bilang, demo kali ini merupakan tindak lanjut dari aksi pada 1 Oktober 2026. Para buruh kembali menyuarakan tuntutan yang dinilai menyangkut perlindungan, kesejahteraan, dan kepastian kerja bagi pekerja.

Di tingkat nasional, KSPI mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan. Mereka menilai regulasi tersebut penting untuk memperkuat perlindungan pekerja di tengah berbagai persoalan ketenagakerjaan.

"Di tingkat daerah, buruh menuntut kenaikan upah 2026 sebesar 7,5 hingga 9 persen. Kami juga mendesak pengesahan Raperda Jaminan Pesangon Jawa Timur yang telah diperjuangkan sejak 2019 tetapi belum memperoleh kepastian," ujarnya kepada IDN Times.

Tak hanya soal upah, reformasi perpajakan bagi buruh turut menjadi tuntutan utama. KSPI meminta pemerintah menghapus pajak atas Jaminan Hari Tua (JHT), pesangon, dan THR, serta mengakhiri diskriminasi pajak penghasilan terhadap buruh perempuan. Mereka juga mengusulkan kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp10 juta.

Di sektor hubungan kerja, KSPI menolak penerapan pengali pesangon 0,5 dan mendesak revisi Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Alih Daya. "Kami juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menghentikan praktik upah murah yang dinilai merugikan pekerja," tegas Apin.

Tuntutan lainnya mencakup pengesahan peraturan gubernur tentang optimalisasi pelaksanaan jaminan sosial, pembentukan satuan tugas (satgas) pemutusan hubungan kerja (PHK), serta penguatan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"KSPI secara khusus mendesak pengusutan tuntas kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan buruh meninggal dunia di PT Great Wall Steel," ucapnya. Mereka meminta pengawasan K3 diperketat agar keselamatan pekerja tidak dikorbankan dalam kegiatan produksi.

Selain tuntutan tersebut, KSPI Jatim menyoroti belum adanya kepastian pengesahan Raperda Jaminan Pesangon yang mereka perjuangkan selama bertahun-tahun. Regulasi itu diharapkan menjadi instrumen perlindungan ketika pekerja kehilangan pekerjaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article