Comscore Tracker

Kekerasan dalam Berpacaran di Malang Raya Meningkat Selama Pandemik

Meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu

Malang, IDN Times - Woman Crisis Center (WCC) Dian Mutiara mencatat, kekerasan dalam berpacaran di Malang Raya meningkat selama pandemik COVID-19. Salah satu pemicunya adalah tingkat stres remaja yang cukup tinggi selama menghabiskan banyak waktu di rumah. Ketika bertemu dengan pacar pada sebuah momen, terjadi pelampiasan amarah yang berujung pada kekerasan.

1. Meningkat jadi 34 kasus tahun 2020

Kekerasan dalam Berpacaran di Malang Raya Meningkat Selama PandemikIlustrasi Perundungan (IDN Times/Sukma Shakti)

Tahun lalu, WCC mencatat, hanya ada 18 laporan kekerasan remaja berpacaran di Malang Raya. Sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat jadi 34 kasus. Hampir dua kali lipat! 

"Jumlah laporan kekerasan yang berbasis gender meningkat menjadi sekitar 34 kasus," terang Ketua WCC Dian Mutiara, Sri Wahyuningsih, Rabu (19/8/2020).

2. Kasus berkaitan dengan kekerasan seksual

Kekerasan dalam Berpacaran di Malang Raya Meningkat Selama PandemikIlustrasi Pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)

Sri melanjutkan, berdasarkan laporan yang masuk, penyebab kekerasan saat berpacaran memang bervariasi. Tetapi, yang paling sering berkaitan dengan kekerasan seksual hingga ancaman untuk menyebarkan video asusila. Apalagi dengan belajar secara online, membuat remaja memiliki lebih banyak waktu luang untuk berpacaran.

"Saat bertemu itu lah, potensi terjadinya kekerasan dalam berpacaran muncul," lanjutnya. 

Baca Juga: Selama Pandemik, Perempuan dan Anak Rentan Jadi Korban Kekerasan

3. Laporan melalui online

Kekerasan dalam Berpacaran di Malang Raya Meningkat Selama PandemikIlustrasi Korban Kekerasan (IDN Times/Mardya Shakti)

Sebagian besar remaja yang menjadi korban kekerasan itu melapor ke WCC melalui online. Hal itu juga menjadi sesuatu yang positif, sebab saat ini remaja korban kekerasan itu sudah mulai sadar dan berani untuk melapor. WCC pun langsung memberikan treatment untuk para pelapor.

"Dari sisi kasus memang jumlahnya meningkat, tetapi sekarang anak-anak remaja sudah berani melapor ketika mengalami kekerasan. Sehingga, pencegahan bisa dilakukan sejak dini," paparnya. 

4. Berikan pendampingan pada pelapor

Kekerasan dalam Berpacaran di Malang Raya Meningkat Selama PandemikIlustrasi Kekerasan/Pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)

WCC Dian Mutiara kemudian melakukan pemetaan terhadap setiap laporan kasus yang masuk. Setelah itu, WCC akan memberikan pendampingan pada pelapor yang merupakan korban kekerasan tersebut. Pendampingan yang dimaksud adalah dengan menghadirkan psikolog untuk memastikan kondisi pelapor dan memberikan pendampingan agar mereka bisa bangkit lagi.

"Proses penyelesaian yang kami lakukan tergantung kasusnya. Kalau baru terjadi, kami memperjelas agar pelapor tidak sampai menjadi korban, hindari orang atau kondisi yang berpotensi terjadi kekerasan," tuturnya.

Baca Juga: Ada 699 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jatim Selama Pandemik

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul Selama Pandemik COVID-19, Kekerasan Remaja Berpacaran Meningkat   

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya