Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Goa di Pacitan Pesisir Selatan yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Ilustrasi keindahan kawasan karst dan wisata gua di Pacitan, Jawa Timur. (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
  • Pacitan dijuluki Kota 1001 Goa karena memiliki ratusan gua karst dengan formasi batu spektakuler dan keunikan alam yang terbentuk selama ribuan tahun.
  • Lima gua populer di pesisir selatan Pacitan meliputi Goa Gong, Tabuhan, Luweng Jaran, Kalak, dan Selo Arum dengan karakteristik wisata berbeda dari estetika hingga petualangan ekstrem.
  • Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata alam, budaya, dan spiritual yang beragam dengan tiket terjangkau serta fasilitas pendukung bagi wisatawan lokal maupun pecinta caving profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pacitan bukan hanya dikenal dengan deretan pantai indah di pesisir selatan Jawa Timur. Di balik perbukitan karstnya, daerah yang dijuluki “Kota 1001 Goa” ini menyimpan ratusan gua dengan formasi batuan spektakuler yang terbentuk selama ribuan tahun.

Sebagian gua bahkan memiliki keunikan yang jarang ditemukan di tempat lain. Mulai dari gua dengan stalaktit yang dapat berbunyi seperti gamelan, hingga gua ekstrem yang menjadi tujuan para pecinta petualangan. Berikut lima goa di Pacitan pesisir selatan yang menarik untuk dijelajahi wisatawan.

1. Goa Gong Pacitan Goa Terindah di Asia Tenggara yang Jadi Ikon Wisata Pacitan

Ilustrasi keindahan stalaktit dan stalagmit berwarna di dalam Goa Gong Pacitan. (pexels.com/Artem Zhukov)

Goa Gong menjadi salah satu destinasi wisata gua paling terkenal di Pacitan. Terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, gua ini memiliki lorong sepanjang sekitar 256 meter dengan berbagai ornamen stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Keindahan formasi batu kapurnya membuat Goa Gong kerap disebut sebagai salah satu gua terindah di Asia Tenggara.

Di dalam gua terdapat sejumlah batuan yang memiliki nama khas seperti Selo Jengger Bumi, Selo Bantaran Angin, Selo Pakuan Bomo, hingga Selo Citro Cipto Agung. Goa ini juga memiliki lima sendang yang dipercaya memiliki makna filosofis, yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Kamulyan, Sendang Relung Jiwo, dan Sendang Relung Nisto.

Wisatawan akan menyusuri jalur naik turun dengan pencahayaan warna-warni yang membuat formasi batu terlihat semakin dramatis. Tiket masuk wisata ini sekitar Rp20 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak, sementara fasilitas tambahan seperti sewa senter, jasa pemandu, dan layanan foto juga tersedia di lokasi.

Lokasi: Jl. Salam, Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

2. Goa Tabuhan Pacitan Goa Unik dengan Batu Berbunyi Gamelan di Kota 1001 Goa

Ilustrasi formasi batu unik di Goa Tabuhan yang dapat menghasilkan bunyi seperti gamelan. (pexels.com/Ambient Vista)

Goa Tabuhan menjadi destinasi wisata alam sekaligus budaya yang cukup unik di Pacitan. Keistimewaan gua ini terletak pada batuan stalaktit dan stalagmitnya yang dapat menghasilkan bunyi menyerupai alat musik gamelan ketika dipukul. Dari fenomena inilah nama “Tabuhan” berasal, yaitu dari kata tabuh atau memukul.

Keunikan tersebut kemudian berkembang menjadi pertunjukan musik khas yang sering dimainkan oleh seniman lokal untuk menyambut wisatawan. Selain itu, suasana di dalam gua terasa sejuk dengan pencahayaan alami yang lembut, sehingga perjalanan menyusuri lorong gua terasa tenang dan nyaman.

Wisatawan juga dapat mengeksplorasi formasi batu kapur yang terbentuk selama ratusan tahun, berfoto di beberapa sudut menarik, serta menikmati pertunjukan musik goa yang khas. Harga tiket masuk ke Goa Tabuhan relatif terjangkau, sekitar Rp10 ribu per orang.

Lokasi: Dusun Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

3. Goa Luweng Jaran Pacitan Goa Terdalam di Indonesia Favorit Pecinta Caving

Ilustrasi lorong gua dan formasi batu kapur di Goa Luweng Jaran Pacitan. (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Goa Luweng Jaran dikenal sebagai salah satu gua terpanjang dan terdalam di Indonesia dengan panjang mencapai sekitar 7 kilometer. Gua ini terletak di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, dan menjadi tujuan populer bagi penjelajah gua serta pecinta kegiatan caving.

Goa ini merupakan tipe gua sungai bawah tanah atau swallow hole, yaitu lubang tempat aliran air masuk ke sistem bawah tanah di kawasan karst. Di dalamnya terdapat lorong panjang dengan formasi stalaktit dan stalagmit yang spektakuler serta aliran sungai bawah tanah yang jernih.

Namun, medan yang cukup ekstrim membuat eksplorasi gua ini membutuhkan teknik khusus seperti Single Rope Technique (SRT) dan biasanya hanya dilakukan oleh penjelajah berpengalaman dengan pendampingan pemandu profesional.

Lokasi: Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Jam operasional: 08.00–17.00 WIB
Tiket masuk: sekitar Rp5 ribu (wisatawan domestik)

4. Goa Kalak Pacitan Goa Bersejarah yang Dikenal sebagai Tempat Meditasi

Ilustrasi suasana alami di dalam Goa Kalak yang dikenal memiliki nilai sejarah dan spiritual. (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Goa Kalak gua bersejarah di Pacitan yang memiliki nuansa spiritual dan kerap dikaitkan dengan tradisi meditasi atau semedi. Lokasinya berada di jalur utama menuju Pantai Klayar sehingga cukup mudah ditemukan wisatawan yang sedang menjelajah kawasan pesisir selatan Pacitan.

Goa Kalak pernah digunakan sebagai tempat ritual oleh tokoh Majapahit, Raden Brawijaya. Hingga kini, gua tersebut masih sering dikunjungi orang yang ingin mencari ketenangan batin atau melakukan meditasi pada hari-hari tertentu yang dianggap sakral. Di dalam gua, pengunjung dapat melihat formasi stalaktit yang menyerupai tiang-tiang batu rapat dengan suasana yang cenderung gelap dan tenang.

Lokasi: Jl. Punung–Kalak, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Jam operasional: 24 jam
Tiket masuk: gratis

5. Goa Selo Arum Pacitan Goa Tenang di Perbukitan Karst yang Cocok untuk Healing

Ilustrasi kawasan karst dan formasi batu kapur di Goa Selo Arum Pacitan. (pexels.com/César Guillotel)

Goa Selo Arum menawarkan pengalaman wisata alam yang lebih santai dibandingkan beberapa gua populer lain di Pacitan. Terletak di kawasan perbukitan karst Pringkuku, tempat ini menghadirkan suasana sejuk dengan formasi batu kapur yang unik dan artistik.

Ketika memasuki kawasan gua, pengunjung akan merasakan udara lembab khas gua karst dengan pencahayaan di area mulut gua yang menciptakan efek dramatis. Banyak wisatawan datang untuk berjalan santai di sekitar kawasan gua, menikmati udara segar, sekaligus berfoto dengan latar batuan kapur yang eksotis.

Tiket masuk ke kawasan wisata ini cukup terjangkau, sekitar Rp15 ribu per orang, dan pengunjung biasanya juga didampingi pemandu lokal yang membantu menjelaskan area gua.

Lokasi: Jl. Raya Tompak Rinjing, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kawasan karst Pacitan menyimpan kekayaan alam bawah tanah yang luar biasa. Setiap gua memiliki karakter yang berbeda, mulai dari keindahan stalaktit yang memukau, fenomena alam unik, hingga tantangan eksplorasi bagi pecinta petualangan.

Jika berkunjung ke Pacitan, lima gua di pesisir selatan ini bisa menjadi destinasi menarik selain wisata pantai. Perjalanan menjelajah gua-gua tersebut bukan hanya menawarkan panorama alam yang menakjubkan, tetapi juga pengalaman wisata yang berbeda dan tak terlupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team