Comscore Tracker

Warga di Malang Mengubah Rumah Bernuansa Kelenteng

Mulai diubah sejak tahun 2007

Malang, IDN Times - Warna merah tampak mencolok saat pertama kali tiba di rumah milik Nur Hasyim (57), warga Jalan Sanan Gg. 11 nomor 45, Blimbing, Kota Malang. Ornamen-ornamen khas Kelenteng melekat di tembok rumah itu. 

Secara struktur bangunan, rumah tersebut sebenarnya tidak ada bedanya dengan bangunan rumah dua lantai pada umumnya. Namun, hiasan-hiasan khas Tiongkok seperti lampion, ukiran naga, hingga ornamen yang biasa ditemui saat Imlek mendominasi sisi luar rumah. Padahal, baik Nur Hasyim maupun kerabatnya sama sekali tidak memiliki garis keturunan Tionghoa. 

1. Tak ada inspirasi khusus

Warga di Malang Mengubah Rumah Bernuansa KelentengSeorang warga sedang melihat-lihat ornamen-ornamen hiasan di rumah milik Nur Hasyim. IDN Times/Alfi Ramadana

Nur Hasyim menjelaskan awalnya rumah tersebut dibangun sekitar akhir tahun 1980-an. Kemudian seiring berjalannya waktu, dirinya merasa ingin menikmati suasana baru. Hingga mulai tahun 2007, Nur Hasyim mencoba membuat sesuatu yang berbeda dengan mengubah dekorasi luar rumah.

Tak ada alasan khusus. Saat itu, dia hanya ingin membuat sesuatu yang berbeda dan kebetulan mendapat inspirasi menghias rumah dengan ornamen khas Tiongkok. 

"Tidak ada alasan khusus sebenarnya. Hanya saja saat coba menuangkan ide, saya sendiri merasa suka, hingga akhirnya keterusan sampai saat ini," katanya Sabtu (5/6/2021). 

2. Semua dikerjakan sendiri

Warga di Malang Mengubah Rumah Bernuansa KelentengNuansa Tiongkok sangat terasa pada rumah tersebut dengan berbagai macam ornamen dan hiasan yang biasa ditemui di Klenteng atau rumah-rumah China. IDN Times/Alfi Ramadana

Untuk proses mengubah pengerjaan dekorasi sendiri dilakukan sendiri oleh Nur Hasyim. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang buku ini mengakui setiap ada waktu luang selalu ia gunakan untuk memperbaiki rumahnya. Sebelum dituangkan di dinding, terlebih dahulu motif dibuat sketsanya. Setelah dirasa cocok, baru motif tersebut diaplikasikan ke dinding rumah. 

"Kalau sampai sekarang kurang lebih sudah 14 tahun saya kerjakan sendiri. Rencananya masih akan saya teruskan, karena masih ada banyak yang belum ditata," tambahnya. 

3. Justru banyak mendapat dukungan warga

Warga di Malang Mengubah Rumah Bernuansa KelentengRumah milik Nur Hasyim tersebut kini menjadi jujugan wisatawan yang berhenti di kawasan pusat oleh-oleh Sanan. IDN Times/Alfi Ramadana

Sejauh ini, Nur Hasyim mengakui bahwa warga sekitar rumahnya justru memberi dukungan dengan apa yang ia kembangkan. Bahkan rumahnya cukup sering dikunjungi wisatawan yang sekedar mampir sebelum berbelanja oleh-oleh di kawasan Sanan. Sebagian besar dari mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto-foto atau hanya sekedar melihat-lihat. Wisatawan yang datang tersebut tertarik dengan konsep unik yang ia gunakan untuk menghias rumahnya. 

"Malahan banyak warga sekitar yang terkadang meminta bantuan untuk juga menghias rumahnya. Dari RW juga justru sering memberikan masukan dan dukungan agar proses menghias bisa semakin baik," jelasnya. 

4. Keluarga tidak keberatan

Warga di Malang Mengubah Rumah Bernuansa KelentengRumah mirip klenteng milik Nur Hasyim di Sanan, Kota Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Satu hal yang membuat Nur Hasyim semakin bersemangat adalah lantaran keluarganya tak keberatan dengan apa yang ia lakukan. Istri dan anak-anaknya tidak pernah protes dengan apa yang ia kerjakan. Hal itu membuat Nur Hasyim ingin terus menata rumahnya agar semakin bagus dengan konsep Tionghoa tersebut. 

"Istri sejauh ini tidak pernah protes atau keberatan. Jadi saya masih ingin meneruskan membangun rumah ini. Karena masih banyak yang belum saya kerjakan," tandasnya. 

Topic:

  • Faiz Nashrillah
  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya