Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Kebudayaan Nusantara Ini Iringi Pendaftaran Khofifah-Emil

Bapaslon Gubernur - Wagub Jatim Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak tiba di KPU Jatim. (IDN Times/ArdiansyahFajar)
Bapaslon Gubernur - Wagub Jatim Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak tiba di KPU Jatim. (IDN Times/ArdiansyahFajar)

Pada Rabu (28/08/2024), pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim. Saat menuju KPU, mereka didampingi oleh ratusan relawan yang menggelar kegiatan doa bersama dan dilanjutkan dengan Kirab Budaya.

Uniknya, saat kirab budaya, pasangan ini menampilkan berbagai budaya Jatim. Apa saja ya? Berikut penjelasannya.

1. Syal Gajah Oling

Bacagub-bacawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak saat di KPU Jatim memakai syal gajah oling asal Banyuwangi. (IDN Times/Ardiansyah Fajar)
Bacagub-bacawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak saat di KPU Jatim memakai syal gajah oling asal Banyuwangi. (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Syal "Gajah Oling" adalah salah satu motif batik khas dari Banyuwangi, Jawa Timur. Motif Gajah Oling adalah ragam hias yang menggambarkan flora dan fauna Banyuwangi, dan melambangkan kemakmurannya. Motif ini dipercaya sebagai motif batik Banyuwangi yang paling tua.

Kata Gajah Oling berasal dari kata "gajah" yang berarti hewan besar dan "oling" yang artinya mengingat dalam bahasa Using. Filosofinya adalah supaya manusia senantiasa mengingat yang Maha Besar. Motif Gajah Oling memiliki ciri berbentuk seperti tanda tanya (?), yang secara filosofis merupakan bentuk belalai gajah dan sekaligus bentuk uling (semacam belut).

Motif ini biasanya diaplikasikan pada kain batik yang kemudian dibuat menjadi berbagai produk, termasuk syal. Syal dengan motif Gajah Oling sering digunakan dalam acara-acara budaya dan sebagai simbol identitas daerah. Popularitas motif ini tidak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga dikenal di kalangan pecinta batik internasional.

2. Barongsai

Grup barongsai milik Hong saat tampil di salah satu event jelang Imlek. (IDN Times/Dokumen Pribadi)
Grup barongsai milik Hong saat tampil di salah satu event jelang Imlek. (IDN Times/Dokumen Pribadi)

Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok yang biasanya ditarikan oleh dua orang yang mengenakan kostum menyerupai singa. Tarian ini sering dipertunjukkan pada saat perayaan Imlek. Nama "Barongsai" hanya digunakan di Indonesia, sedangkan di China tarian yang sama disebut "wu shi" dan di mancanegara dikenal sebagai "Lion Dance". Barongsai melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan pengusiran roh jahat.

Tarian Barongsai biasanya diiringi oleh musik tradisional yang terdiri dari drum, simbal, dan gong. Penari Barongsai harus memiliki kelincahan dan koordinasi yang baik, karena mereka sering kali harus melakukan gerakan-gerakan yang rumit dan kadang-kadang akrobatik dalam kostum besar.

Barongsai merupakan wujud akulturasi budaya Tiongkoa dengan budaya Indonesia. Pada tahun 2010, Barongsai telah ditetapkan sebagai warisan kesenian budaya takbenda Indonesia.

3. Uldaul Madura

Uldaul Madura. mjc.jatimprov.go.id
Uldaul Madura. mjc.jatimprov.go.id

Ul-daul adalah musik tradisional Madura yang dimainkan dengan barang bekas seperti tong dan jerigen besar. Musik ini sering dijumpai dalam perhelatan akbar di berbagai pelosok Madura dan banyak diminati oleh masyarakat, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa. Biasanya, Uldaul Madura digelar sebagai bagian dari perayaan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi, atau dalam acara-acara lainnya yang melibatkan masyarakat luas.

Ciri khas Uldaul Madura adalah partisipasi berbagai elemen masyarakat yang berparade dengan mengenakan pakaian tradisional Madura, membawa obor, dan memukul kentongan atau alat musik tradisional lainnya. Uldaul biasanya juga melibatkan karnaval yang menampilkan seni tari, musik, dan pertunjukan budaya lainnya yang mencerminkan identitas dan kekayaan budaya Madura.

4. Jaranan

Jaranan. kebudayaan.kemdikbud.go.id
Jaranan. kebudayaan.kemdikbud.go.id

Jaranan adalah salah satu bentuk kesenian tradisional dari Indonesia, yang terutama populer di daerah Jawa, khususnya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Jaranan sering disebut juga sebagai Kuda Lumping atau Jathilan di beberapa daerah. Kesenian ini menampilkan tarian yang menggambarkan prajurit berkuda, di mana para penari menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu yang dihias, disebut kuda kepang.

Jaranan mencerminkan kehidupan manusia yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Gerakan tarian yang dinamis dan penuh semangat mencerminkan semangat hidup yang tak kenal menyerah. Selain itu, kesurupan dalam Jaranan juga melambangkan hubungan harmonis antara manusia dan alam gaib. Jaranan memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari sarana upacara ritual atau kebutuhan rohani, hingga saat ini digunakan sebagai kebutuhan hiburan, mata pencaharian, ajang bisnis, dan ajang festival.

5. Reog Ponorogo

ilustrasi Reog Ponorogo. disbudparpora.ponorogo.go.id
ilustrasi Reog Ponorogo. disbudparpora.ponorogo.go.id

Reog adalah seni pertunjukan rakyat dari Ponorogo, Jawa Timur, yang kaya akan warna dan kekuatan. Kesenian tradisional ini menampilkan pertunjukan megah yang memukau penonton, dengan penari menggunakan topeng singa raksasa yang bergerak seirama dengan irama gendang dan jidor. Selain itu, Reog juga menampilkan penari lain yang mengenakan kostum raja, panglima perang, kesatria, dan prajurit.

Reog Ponorogo memiliki akar dalam mitologi dan sejarah lokal, dengan beberapa versi cerita yang berkaitan dengan asal-usulnya. Salah satu legenda yang terkenal menceritakan tentang perjuangan seorang raja bernama Prabu Kelana Sewandana dari Kerajaan Bantarangin untuk meminang seorang putri cantik, Dewi Sanggalangit. Dalam prosesnya, ia harus mengalahkan raksasa Singo Barong yang kuat, yang akhirnya menjadi bagian dari pertunjukan Reog.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Myesha Fatina Rachman
EditorMyesha Fatina Rachman
Follow Us