Surabaya, IDN Times - Memasuki akhir kompetisi, Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares melontarkan usulan menarik untuk sepak bola Indonesia. Ia meminta PSSI kembali menghidupkan kompetisi Piala Indonesia agar klub-klub memiliki peluang lebih besar meraih trofi selain di Super League.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kompetisi sepak bola Indonesia saat ini terlalu bergantung pada perebutan gelar di Super League. “Karena saat ini hanya ada dua tim yang bersaing meraih gelar juara, yakni Persib dan Borneo FC. Pada akhirnya hanya satu juara, sementara tiga tim terbawah terdegradasi,” ujar Tavares.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak klub dengan kualitas pemain yang bagus sehingga membutuhkan lebih banyak turnamen kompetitif untuk memberi kesempatan klub meraih prestasi.
"Saya rasa kami butuh Piala Indonesia, Piala Presiden, atau turnamen lainnya. Tujuannya agar lebih banyak klub yang bisa memenangkan gelar juara,” ungkapnya.
Kompetisi Piala Indonesia sendiri terakhir kali digelar beberapa tahun lalu dan sempat menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan klub dari berbagai kasta sepak bola nasional. Sementara Piala Presiden lebih sering dijadikan turnamen pramusim sebelum kompetisi liga dimulai.
Tavares menilai keberadaan lebih banyak turnamen akan membuat atmosfer kompetisi semakin hidup dan memberikan motivasi tambahan bagi klub maupun pemain. Meski begitu, ia menegaskan usulan tersebut murni pandangan pribadinya sebagai pelatih dan tetap menghormati kebijakan federasi.
"Ini dari sudut pandang saya. Tentu saya ini berbicara sebagai pelatih,” katanya.
Saat ini kompetisi Super League Indonesia musim 2025/2026 memang memasuki fase akhir. Seluruh tim hanya menyisakan dua pertandingan lagi. Hingga pekan ke-32, PSBS Biak dan Semen Padang FC dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara persaingan juara masih berlangsung ketat antara Persib Bandung dan Borneo FC.
