Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tanpa Tribun, Tanpa Batas: Kemenangan Persebaya di Tengah Kota
Suasana nobar Arema FC Vs Persebaya di Alun - Alun Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Ribuan Bonek memadati Alun-Alun Surabaya menonton laga Arema FC vs Persebaya lewat layar besar, menciptakan atmosfer stadion tanpa tribun.
  • Pertandingan berlangsung sengit hingga Francisco Rivera membuka keunggulan di menit ke-49, disambut ledakan euforia suporter di pusat kota.
  • Persebaya menambah tiga gol melalui Jefferson Silva, Rivera, dan Mikael Tata, menutup laga dengan skor 4-0 yang dirayakan meriah oleh warga Surabaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sore itu, Alun-Alun Surabaya berubah jadi lautan hijau. Jaket, syal, hingga bendera berkibar di antara ribuan suporter yang berkumpul di depan layar besar. Tak ada stadion, tak ada tribun, tapi semangatnya sama. Bahkan mungkin lebih bergemuruh.

Di layar raksasa itu, laga panas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya sedang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4/2026). Tanpa penonton di stadion, denyut pertandingan justru berpindah ke ruang-ruang publik seperti ini.

Chant “Song for Pride” menggema, dinyanyikan lantang oleh ribuan Bonek Mania yang berdiri rapat, mata mereka terpaku ke layar. Di tengah kerumunan, tampak sosok Ernando Ari bersama rekannya Alfan Suaib. Tak ada jarak antara pemain dan suporter sore itu.

Ernando mengangkat tangan, memberi isyarat. Ia meminta dua hal. Doa dan ketertiban.Pesan itu seperti diamini. Sorak-sorai tetap menggelegar, tapi tak ada chaos. Semua fokus pada satu tujuan, melihat Persebaya menang.

Babak pertama berjalan penuh tensi. Dari layar, terlihat skuad Bajul Ijo terus menekan. Francisco Rivera dan kawan-kawan menggempur pertahanan Arema, tapi gol belum juga datang. Di alun-alun, beberapa penonton mulai gelisah. Ada yang menutup wajah, ada yang berteriak frustrasi setiap peluang terbuang. Skor 0-0 menutup babak pertama. Tapi tak satu pun beranjak.

Masuk babak kedua, suasana berubah. Intensitas naik, baik di lapangan maupun di depan layar. Ketika menit ke-49 tiba, sepakan Fransisco Rivera akhirnya memecah kebuntuan. Bola meluncur deras ke gawang. Alun-alun meledak. Pelukan, teriakan pun pecah. Gol itu bukan sekadar angka, itu pelepas ketegangan.

Persebaya tak mengendur. Tekanan terus datang. Menit ke-76, drama terjadi. Wasit Thoriq Alkatiri menunjuk titik putih setelah melihat VAR. Harapan kembali membuncah. Tendangan penalti Bruno Moreira sempat gagal, tapi bola muntah disambar Jefferson Silva. Gol kedua lahir.

Belum selesai euforia, Rivera kembali mencetak gol di menit ke-81. Disusul Mikael Tata empat menit berselang. Skor berubah telak: 4-0. Di layar, pemain berlari merayakan. Di alun-alun, Bonek melakukan hal yang sama. Ketika peluit panjang berbunyi, tak ada lagi sekat antara Bali dan Surabaya. Kemenangan itu terasa nyata di tengah kota. Senyum, pelukan, dan nyanyian menjadi penutup malam.

Editorial Team