Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260105-WA0005.jpg
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares saat tiba di Surabaya. Dok. Istimewa.

Intinya sih...

  • Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal, ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya untuk BRI Super League 2025/2026.

  • Tavares memiliki pengalaman internasional yang luas dan telah sukses membawa PSM Makassar meraih gelar juara Liga 1 Indonesia 2022/2023.

  • Kedatangan Tavares diharapkan dapat membantu Persebaya menemukan kembali identitasnya dan menatap masa depan dengan optimisme baru.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN TimesPersebaya Surabaya resmi memasuki era baru dengan menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala untuk mengarungi BRI Super League 2025/2026. Nama pelatih asal Portugal ini bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Rekam jejaknya panjang, lintas negara, dan sarat prestasi.

Bernardo Tavares datang ke Surabaya dengan pengalaman matang yang terbentuk sejak usia muda. Karier kepelatihannya dimulai dari fondasi kuat sepak bola Portugal. Sebelum memegang tim senior, Tavares menimba ilmu sebagai asisten pelatih di level usia muda dua raksasa Portugal, Benfica dan Sporting CP. Ia juga sempat dipercaya sebagai pencari bakat FC Porto pada periode 2007–2008, sebuah peran strategis yang memperkaya pemahamannya tentang pengembangan pemain dan manajemen tim.

Langkah pertamanya sebagai pelatih kepala dimulai pada 2014 saat menangani Tirsense, klub asal Portugal. Meski singkat, pengalaman itu menjadi pintu masuk menuju level profesional yang lebih luas. Pada tahun yang sama, Tavares menerima tantangan besar dengan hijrah ke Timur Tengah untuk melatih Al-Nahda di Liga Oman. Dari sinilah kiprah internasionalnya sebagai pelatih kepala benar-benar dimulai.

Petualangan Bernardo Tavares kemudian berlanjut lintas benua. Ia pernah menukangi New Radiant di Maladewa, Benfica de Macau di Makau, hingga Churchill Brothers di India. Perjalanan tersebut membentuk karakter Tavares sebagai pelatih yang adaptif, disiplin, dan kuat dalam organisasi permainan—ciri khas yang terus melekat dalam setiap tim asuhannya.

Nama Bernardo Tavares mulai melejit di Indonesia saat dipercaya menangani PSM Makassar pada periode 2022–2025. Bersama Juku Eja, Tavares sukses membangun tim yang solid, kompetitif, dan konsisten. Puncaknya, ia mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023, mengakhiri penantian panjang PSM selama 23 tahun. Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelatih terbaik di kompetisi Tanah Air.

Tak berhenti di level domestik, Tavares juga membawa PSM Makassar melaju hingga Final Zona ASEAN AFC Cup 2022, menandai kiprah kompetitif klub di level regional Asia Tenggara. Di bawah arahannya, PSM dikenal sebagai tim dengan organisasi bertahan kuat, intensitas tinggi, dan disiplin taktik yang ketat.

Namun, perjalanan Tavares bersama PSM berakhir pada Oktober 2025 di tengah dinamika internal klub, termasuk persoalan finansial. Tak lama berselang, Persebaya Surabaya datang membawa tawaran jangka panjang dan visi besar. Tantangan baru pun dimulai bersama Bajul Ijo.

Bernardo Tavares tiba di Surabaya pada Minggu (4/1/2026) malam dan disambut langsung manajemen Persebaya di Bandara Juanda. Ia datang bersama tangan kanannya, Renato Duarte, asisten pelatih asal Portugal yang sebelumnya menjadi bagian penting dari kesuksesan PSM Makassar.

Tavares mengungkapkan dua alasan utama menerima pinangan Persebaya. Pertama, keseriusan manajemen yang terus menjalin komunikasi intens selama dua tahun terakhir. Kedua, atmosfer luar biasa dari suporter Persebaya yang pernah ia rasakan saat melatih PSM di Stadion Gelora Bung Tomo.

“Suasana di stadion sangat fantastis. Dukungan suporter itu sangat penting. Saya berharap mereka bisa hadir dan mendukung tim di pertandingan-pertandingan ke depan,” ujarnya.

Menjelang usia Persebaya yang akan memasuki satu abad, Tavares menyadari ekspektasi besar yang menyertainya. Namun ia menegaskan datang dengan sikap realistis dan etos kerja tinggi.

“Saya datang untuk bekerja, bukan untuk berlibur. Saya bukan pesulap, tapi jika kita bekerja keras bersama, semuanya bisa diwujudkan,” tegasnya.

Dengan segudang pengalaman internasional dan prestasi mentereng, Bernardo Tavares kini memikul harapan besar publik Surabaya. Bersama duet Portugal di jajaran pelatih, Persebaya berharap menemukan kembali identitas raksasanya dan menatap masa depan dengan optimisme baru.

Prestasi Bernardo Tavares, Juara Liga 1 Indonesia 2022/2023, Pelatih Terbaik Liga 1 2022/2023, Juara Indian Second Division 2019/2020, Juara Maldivian Championship 2016/2017, Juara Maldivian Cup 2016/2017 dan Juara Macao Championship 2017/2018.

Editorial Team