Kediri, IDN Times - Persik Kediri berencana menjalani sisa laga kandang musim ini di Stadion Soepriyadi, Kota Blitar. Hal ini dikarenakan home base mereka, Stadion Brawijaya masih bermasalah. Stadion tersebut kini disoroti banyak pihak setelah insiden mati lampu di dua laga berurutan. Musim ini Stadion Soperiyadi dijadikan kandang oleh Arema FC.
Persik Kediri Gelar 3 Laga Kandang di Stadion Soepriyadi Kota Blitar

1. Panpel sudah lakukan audiensi dengan Pemkot Blitar
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo mengatakan pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pemkot Blitar, Polres Blitar dan perwakilan manajemen Arema FC terkait rencana peminjaman stadion ini. Pihak Pemkot Blitar disebut telah memberikan lampu hijau Persik Kediri bermain di stadion tersebut.
"Karena faktor jarak juga, Kediri dan Blitar tidak terlalu jauh sehingga opsi peminjaman ini sangat wajar," ujarnya, Kamis (6/3/2025).
2. Lampu di Stadion Brawijaya sangat kurang
Tri Widodo juga menyebut terdapat sejumlah kendala jika bermain di Stadion Brawijaya. Salah satunya lampu penerangan yang dianggap kurang. Banyak fasilitas yang perlu dibenahi di stadion tersebut. Sedangkan Stadion Soepriyadi dinyatakan sudah lolos penelian dan dianggap layak untuk menggelar pertandingan Liga 1.
"Stadionnya juga sudah sesuai untuk Liga 1, lampunya cukup terang. Di Stadion Brawijaya itu lampunya tidak bisa maksimal dan banyak fasilitas yang tidak memadahi. Harus renovasi total," tuturnya.
3. Laga lawan Persebaya Surabaya tidak digelar di Blitar
Dalam audiensi tersebut Pihak Panpel Persik Kediri mengajukan 4 pertandingan di Stadion Soepriyadi. Namun Pihak Pemkot keberatan dengan laga Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya. Untuk laga tersebut diminta digelar di kota lain. Tiga laga yang akan dimainkan di Stadion ini adalah melawan PSM Makasar, Borneo FC dan Persija Jakarta.
"Satu pertandingan melawan Persebaya Surabaya diminta untuk digelar di kota lain, tidak di Kota Blitar dengan alasan keamanan. Ya kita tahu, pernah ada peristiwa tidak mengenakkan saat Persebaya Surabaya main di sini dan itu meninggalkan trauma,” pungkasnya.