Kediri, IDN Times - Catatan positif Persik Kediri saat bermain di Stadion Brawijaya terhenti di pekan ini. Mereka kalah dramatis dengan skor 3-4 saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC. Drama 7 gol tersaji dalam pertandingan yang berlangsung cukup ketat ini. Hasil minor ini merupakan kekalahan pertama Persik Kediri musim ini saat bermain di depan suporter sendiri. elatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres pun mengkritik wasit.
Persik Kediri Alami Kekalahan, Pelatih Pertanyakan Keputusan Wasit

1. Marcos sebut pemain bermain dengan cukup bagus
Marcos mengaku memiliki perasaan campur aduk usai laga tersebut. Pelatih asal Spanyol itu menyebut dirinya bangga dengan cara anak asuhnya memainkan pertandingan. Menurutnya, Persik tampil berani, agresif, dan mendominasi permainan sepanjang laga.
“Saya punya tiga perasaan malam ini. Pertama, saya bangga dengan cara tim memainkan bola, menyerang, membangun serangan dari belakang, menutup ruang, dan berusaha memenangkan pertandingan. Kami tampil lebih baik daripada lawan sepanjang laga,” ujarnya, Jumat (20/2/2026) malam.
2. Pertanyakan keputusan wasit yang dinilai merugikan tim
Meski demikian, ia menyoroti dua hal krusial yang membuat Macan Putih gagal meraih kemenangan. Salah satunya adalah lemahnya konsentrasi dalam menjaga situasi menguntungkan. Selain soal performa tim, Marcos juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Ia mempertanyakan keputusan pengadil lapangan yang dinilainya merugikan Persik.
“Seseorang harus menjelaskan kepada saya mengapa wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Subo Seto. Saya tidak mengerti. Juga tidak ada kartu merah di pertengahan babak pertama, saat kami mencetak gol melalui Kiko. Keputusan seperti ini sangat memengaruhi jalannya pertandingan,” tuturnya.
3. Lini pertahanan Persik Kediri masih perlu pembenahan
Meski meluapkan kekecewaannya, Marcos menegaskan timnya tetap harus berbenah, terutama dalam bertahan. Ia menilai gol-gol Bhayangkara banyak terjadi akibat kelengahan di lini belakang dan situasi bola mati. Lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi skuad berjuluk Macan Putih ini. “Kami harus bertahan lebih baik, terutama saat set-pieces dan di dalam kotak penalti. Ini sangat penting. Masalahnya bukan di satu pemain, tapi seluruh tim,” pungkasnya.