Surabaya, IDN Times - Kemenangan telak Persebaya Surabaya atas Semen Padang dengan skor 7-0 tak hanya menyita perhatian karena hujan gol yang tercipta. Di balik pesta gol tersebut, terselip pesan sportivitas dan penghormatan yang ditunjukkan skuad Bajul Ijo kepada lawannya.
Dalam laga yang berlangsung penuh dominasi itu, para pemain Persebaya memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan setiap kali gol tercipta ke gawang Semen Padang. Sikap itu menjadi sorotan karena lawan mereka sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Padahal secara emosional, beberapa pemain Persebaya sebenarnya memiliki alasan untuk meluapkan kegembiraan lebih besar. Salah satunya striker Bruno Paraiba yang tengah mengalami paceklik gol sebelum akhirnya mencetak hattrick pada pertandingan tersebut.
Namun alih-alih berpesta di lapangan, para pemain Persebaya tetap menjaga sikap dan menghormati situasi yang sedang dialami tim tuan rumah.
Tak hanya saat pertandingan berlangsung, sikap respek juga ditunjukkan selepas laga berakhir. Para pemain Persebaya menunda perayaan kemenangan dan berdiri di pinggir lapangan untuk memberikan penghormatan kepada suporter serta pemain Semen Padang.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menegaskan dirinya memiliki rasa hormat besar terhadap Semen Padang sebagai salah satu tim bersejarah di sepak bola Indonesia.
“Saya sangat menghormati Semen Padang. Saya berharap mereka segera kembali ke Super League dengan stadion baru dan kondisi yang lebih baik,” ujarnya usai pertandingan.
Pelatih asal Portugal tersebut menilai sepak bola Indonesia tetap membutuhkan klub seperti Semen Padang untuk bersaing di kasta tertinggi kompetisi nasional. “Indonesia membutuhkan tim seperti Semen Padang di kompetisi tertinggi,” tegas Tavares.
