Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot_20260105_084823_Instagram.jpg
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares (kiri) bersama asisten pelatih, Renato Duarte (kanan). Instagram @officialpersebaya.

Intinya sih...

  • Pelatih baru Persebaya, Bernardo Tavares tiba di Surabaya disambut hangat oleh manajemen tim Bajul Ijo.

  • Tavares didampingi asisten pelatih, Renato Duarte, keduanya berasal dari Portugal.

  • Alasan Tavares memilih Persebaya adalah keseriusan manajemen dan dukungan luar biasa dari suporter.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pelatih baru Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares telah tiba di Kota Pahlawan. Kedatanganya disambut hangat oleh manajemen tim Bajul Ijo--julukan Persebaya- saat di Bandara Juanda, Minggu (4/1/2026) malam.

Berdasarkan data yang dihimpun IDN Times, Tavares tidak datang sendirian. Dia tampak didampingi satu orang lagi yang akan menjadi asisten pelatih, yakni Renato Duarte. Keduanya sama-sama dari Portugal.

Tavares pun membeberkan, ada dua alasan utama memutuskan menjadi nakhoda baru Bajul Ijo. Pertama, kata Tavarez adalah mengenai keseriusan manajemen yang terus intens berkomunikasi dengannya.

"Saya senang karena selama dua tahun terakhir berbincang dengan pihak manajemen dan tertarik membawa saya ke Persebaya," ujarnya.

Alasan berikutnya adalah mengenai dukungan suporter Persebaya yang sangat luar biasa. Tavares, sebelumnya telah beberapa kali merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) ketika masih menjadi pelatih PSM.

"Saya pikir suasana di stadion sangat fantastis. Saya harap pada pendukung (suporter) bisa hadir di pertandingan berikutnya melawan Malut karena itu sangat penting," lanjutnya.

Maka dari itu, ia berharap suporter bisa hadir ke Stadion untuk memberikan dukungan maksimal ke Persebaya. Ia juga berharap, performa Persebaya terus meningkat. Terlebih menjelang hari jadi Bajul Ijo ke-100 tahun.

"Jadi kami harus kerja keras dan para suporter adalah kunci terbaik untuk membantu raksasa (Persebaya) ini. Bagi saya Persebaya adalah raksasa karena terakhir kali mereka juara pada tahun 2004," ungkapnya.

Tavares juga mengaku, dirinya bukanlah seorang pesulap yang langsung memberikan gelar juara untuk Persebaya. Namun, apabila bisa bekerja keras, semuanya akan bisa diwujudkan.

"Saya datang untuk bekerja. Saya tidak datang untuk berlibur," pungkasnya.

Editorial Team