Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Pelatih Emoh Akui Arema FC 'Digendong' Gustavo Almeida

Striker Arema FC, Gustavo Almeida. (Instagram/@gustavo__70)
Striker Arema FC, Gustavo Almeida. (Instagram/@gustavo__70)

Malang, IDN Times - Arema FC belum menampakkan penampilan mengesankan hingga pekan ke-9 Liga 1 Musim 2023/2024. Singo Edan masih terjerembab di dasar klasemen dengan koleksi 3 poin. Mereka bahkan belum sekalipun merasakan kemenangan musim ini.

Di balik penampilan yang mengecewakan, justru striker Arema FC asal Brazil, Gustavo Almeida menunjukkan kelasnya. Gustavo menjelma sebagai top skor sementara Liga 1 musim ini.

1. Torehan gol Gustavo Almeida jauh lebih banyak dibandingkan poin Arema FC

Striker Arema FC, Gustavo Almeida. (Instagram/@gustavo__70)
Striker Arema FC, Gustavo Almeida. (Instagram/@gustavo__70)

Gustavo Almeida menjelma sebagai bomber mematikan bagi Singo Edan, ia kini telah menorehkan 9 gol dari 8 penampilan di Liga 1 musim ini. Padahal, ini adalah musim pertama pemain 27 tahun ini bermain di Indonesia. Kini ia masih bertengger di posisi puncak top skor Liga 1 Musim 2023/2024.

Mirisnya, jumlah gol Gustavo justru jauh lebih banyak dibandingkan poin Arema FC saat ini yang hanya mengoleksi 3 poin. Arema FC bahkan menjadi tim dengan pertahanan paling rapuh musim ini. Bagaimana tidak, 22 gol telah bersarang di gawang mereka. Pertahankan Arema FC jadi sorotan, koordinasi antar pemain di lini belakang benar-benar tidak layak ditampilkan di Liga 1.

Hasil ini membuat Singo Edan semakin nyata hanya mengandalkan Gustavo Almeida untuk mengangkat performa tim. Pasalnya sejauh ini hanya pria dengan tinggi 185Cm ini yang mampu mencetak gol di tim Arema FC. Nama-nama seperti Dedik Setiawan, Charles Lokolingoy, Ariel Lucero, hingga Muhammad Rafli belum bisa mencatatkan namanya di papan skor.

2. Kuncoro membantah timnya tergantung dengan Gustavo Almeida

Pelatihan Caretaker Arema FC, Kuncoro saat konferensi pers. (Dok. Media Officer Arema FC)
Pelatihan Caretaker Arema FC, Kuncoro saat konferensi pers. (Dok. Media Officer Arema FC)

Meskipun demikian, Pelatih Caretaker Arema FC, Kuncoro menampik anggapan kalau tim Singo Edan kini ketergantungan dengan striker asing mereka, Gustavo Almeida. Menurutnya kondisi timnya saat ini merupakan efek dari anjloknya moril pemain. Oleh karena itu tim pelatih menekankan agar para pemain melupakan hasil 9 pertandingan terakhir. Mereka harus memulai awal baru hari ini.

"Saya kira kita tidak terlalu Gustavo sentris. Tapi kita sejauh ini belum menemukan performa terbaik, kesulitannya karena mental kita telah anjlok, karena tim tidak pernah menang. Kalau kita kemasukan gol terlebih dulu, itu akan sulit untuk membalas. Sehingga pemain ketakutan terlebih dahulu sebelum kemasukan gol," jawabannya.

Kuncoro bahkan berujar kalau ini sebenarnya bukan penampilan terbaik Gustavo. Pasalnya, sang pemain belum menemukan tandem yang cocok. Sejauh ini, ia lebih banyak membuka peluang sendirian, belum ada umpan-umpan yang bisa memanjakan dirinya di kotak penalti lawan.

"Gustavo ini adalah pemain bagus, cuma selama ini belum ketemu tandem yang tepat. Makanya saat lawan Persija Jakarta kita pakai formasi yang berbeda, kalau kemarin 4-3-3, sekarang 4-4-2 untuk permainan Persija Jakarta," tuturnya.

3. Gustavo tak pusingkan posisi top skor, lebih fokus selamatkan tim dari jurang degradasi

Striker Arema FC, Gustavo Almeida saat pertandingan melawan Persik Kediri. (Dok Media Officer Arema FC)
Striker Arema FC, Gustavo Almeida saat pertandingan melawan Persik Kediri. (Dok Media Officer Arema FC)

Gustavo Almeida saat diwawancarai mengatakan kalau keputusannya untuk bermain di Indonesia sangat tepat. Ia merasa cocok dengan iklim sepakbola di Indonesia, oleh karena itu ia bisa cepat beradaptasi. Namun, di satu sisi ia merasa saat ini Singo Edan berada di posisi yang tidak seharusnya.

"Saya tentu ingin terus mencetak gol lebih banyak kedepannya. Tapi yang paling penting adalah mengubah situasi saat ini (performa tim)," tegasnya.

Saat ini ia berharap bisa memperbaiki performa tim menjadi lebih baik, menurutnya tidak ada yang tidak mungkin. Ia dan para pemain harus kompak untuk mewujudkan harapan lolos dari zona degradasi.

"Memang ini situasi yang tidak cukup bagus, karena tim memiliki target untuk bisa finish di papan atas. Tapi masih ada banyak laga, masih banyak kesempatan untuk mengubah keadaan," tutup penggemar Ronaldo Nazario ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us