Surabaya, IDN Times - Persebaya melakukan evaluasi usai dipermalukan Madura United dengan skor 1-2 di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/4/2026). Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Bajul Ijo dalam dua laga terakhir.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyoroti buruknya akurasi penyelesaian akhir sebagai faktor utama kegagalan timnya mengamankan poin di kandang. “Akurasi tembakan akan kami coba perbaiki,” ujarnya.
Tavares menilai anak asuhnya sebenarnya mampu menguasai jalannya laga dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian yang tidak efektif membuat dominasi tersebut tidak berbuah hasil, sementara lawan justru mampu mencuri gol melalui serangan balik.
Menurutnya, situasi ini bukan hal baru dalam sepak bola, bahkan kerap terjadi di level tertinggi. Tim dengan penguasaan bola dan peluang lebih banyak tidak selalu keluar sebagai pemenang jika gagal memaksimalkan momen.
Kondisi itu pun tercermin dalam laga kontra Madura United, di mana Persebaya tampil menekan, tetapi justru kecolongan dalam transisi permainan.
Evaluasi menyeluruh kini menjadi fokus tim pelatih dalam sepekan ke depan sebelum menghadapi laga berikutnya di pekan ke-29 melawan Malut. Tavares menegaskan tren negatif ini harus segera dihentikan agar tidak mengganggu posisi tim di klasemen.
Tavares juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter setia, Bonek dan Bonita, atas hasil buruk yang diraih di kandang sendiri. “Kami minta maaf karena belum bisa memberikan kemenangan dalam dua pertandingan terakhir,” pungkasnya.
