Kediri, IDN Times - Kejadian memalukan terjadi di Stadion Brawijaya saat Persik Kediri menjamu Persis Solo, Jumat (15/02/2025) malam. Lampu stadion mendadak mati saat pertandingan berlangsung di menit ke 87. Hanya layar papan LED yang tetap menyala, sementara suporter yang berada di stadion menyalakan lampu flash di kursi penonton.
Lampu Stadion Brawijaya Mati Saat Pertandingan, Ini Penyebabnya

1. Bukan lampu LED, butuh waktu lebih lama
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Tri Widodo mengatakan bahwa manajemen selalu bekerjasama dengan PLN untuk memastikan aliran listrik aman saat pertandingan berlangsung. Mereka langsung mendatangi MCCB (Molded Case Circuit Breaker) saat kejadian tersebut. Petugas juga langsung membenahi dan hanya butuh waktu dua menit.
Namun, karena lampu di area stadion adalah konvensional bukan LED membutuhkan waktu relatif lebih lama sekitar 10 menit. "Dua menit tersambung, tapi lampu konvensional bukan LED, jadi butuh waktu sekitar 10 menit," ujarnya, Sabtu (15/02/2025)
2. Sejak tahun 2004 MCCB baru lepas
Dari hasil penelusuran sebenarnya yang terjadi bukan masalah lampu tapi pusatnya aliran listrik. Menurut keterangan pihak PLN, ada beberapa hal yang kemungkinan menjadi penyebab padamnya lampu di stadion, yakni terlepasnya daya karena terlalu melebihi kapasitas atau dilepas sengaja.
Panpel tak mengetahui apakah ini ada unsur sengaja atau tidak. Sebab, untuk boks MCCB tersebut juga tidak terkunci sehingga siapa pun bisa membukanya. "Penyampaian PLN, lepas dayanya terlalu melebihi kapasitas atau dilepas, disengaja. Tapi selama ini belum pernah lepas, sejak 2004 baru 2025 ini lepas. MCCB nya itu. Seperti handel, didorong sudah mati," tuturnya.
3. Kondisi Stadion Brawijaya banyak disorot
Stadion Brawijaya sendiri kini mendapat sorotan banyak pihak. Sebelumnya stadion tersebut dikritik karena tergenang saat Persik Kediri melawan PSS Sleman. Genangan air sangat parah dalam laga tersebut. Kini Stadion tersebut disorot karena peristiwa lampu mati saat pertandingan masih berlangsung.