Kediri, IDN Times - Lampu di Stadion Brawijaya kembali mati. Dalam laga Persik Kediri menjamu Dewa United, lampu di stadion mati saat pertandingan memasuki menit ke 33. Peristiwa memalukan ini bukan kali pertama terjadi. Pada laga kandang sebelumnya melawan Persis Solo lampu stadion juga mati saat pertandingan masih berlangsung.
Lampu Stadion Brawijaya Kediri Mati Lagi, Ini Penjelasan Panpel

1. Daya listrik di Stadion Brawijaya kurang memadai
Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo menyebut, padamnya lampu penerangan Stadion Brawijaya pada pertandingan kemarin malam dikarenakan kurang memadainya daya listrik. Berdasarkan kebutuhannya, Stadion Brawijaya Kota Kediri memerlukan sumber daya listrik sebesar 240 KVA (kilo volt ampere) untuk dapat menyalakan 96 bohlam di empat tiang.
"Kunci penyebab lampu mati adalah daya listriknya kurang. Ini hanya 197 KVA. Sedangkan yang ideal untuk menyalakan 96 bohlam lampu itu sebesar 240 KVA," ujarnya, Minggu (2/3/2025).
2. Panpel telah siapkan genset, namun tidak kuat
Pihak Panpel sebenarnya sudah menyiapkan genset untuk mengantisipasi kejadian ini. Namun mesin genset yang telah disiapkan oleh Panpel pun juga tak mampu untuk mengcover kebutuhan listrik stadion.
"Mesin genset juga sama, tidak mampu. Karena yang kita sewa itu besarannya hanya mampu memberikan daya listrik sebesar 250 KVA. Sedangkan untuk genset diperlukan daya sebesar 350 KVA," terangnya.
3. Sudah dua kali terjadi lampu mati
Peristiwa mati lampu ini menyebabkan jalannya pertandingan terganggu. Terlebih dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk kembali menyalakan lampu stadion. Situasi ini membuat pemain harus kembali beradaptasi untuk bermain. Seperti diketahui, padamnya lampu Stadion Brawijaya Kediri telah terjadi dua kali dalam pertandingan Liga 1 musim ini.