Surabaya, IDN Times – Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 akan resmi ditutup pada Jumat (6/2/2026). Menjelang tenggat tersebut, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memilih irit bicara soal kemungkinan penambahan pemain anyar.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa urusan keluar-masuk pemain sepenuhnya berada di tangan manajemen klub. Ia pun enggan berspekulasi apakah Persebaya masih akan mendatangkan amunisi tambahan sebelum bursa ditutup. “Silakan tanyakan kepada manajemen,” ujar Tavares singkat.
Meski demikian, Tavares tidak menutup peluang adanya tambahan pemain jika memang memungkinkan. Menurutnya, kedatangan pemain baru justru dapat memicu persaingan sehat di dalam tim. “Jika kita memiliki lebih banyak kemungkinan, itu bagus. Karena para pemain memiliki persaingan yang lebih ketat di dalam skuad,” katanya.
Tavares menilai kompetisi internal menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi performa pemain sepanjang musim. Dengan persaingan yang ketat, setiap pemain dituntut untuk terus meningkatkan level permainan demi mengamankan tempat di tim utama.
Pada bursa transfer paruh musim ini, Persebaya telah merekrut empat pemain asing, yakni Bruno Paraiba (striker/Brasil), Jefferson Silva (bek sayap/Brasil), Gustavo Fernandes (bek tengah/Brasil), dan Pedro Matos (gelandang/Portugal). Sementara itu, hingga kini Bajul Ijo belum menambah pemain lokal, meski masih memiliki waktu hingga penutupan bursa pada 6 Februari.
Dari empat pemain anyar tersebut, Jefferson Silva menjadi yang paling cepat beradaptasi. Ia sudah tampil dua kali dan selalu dipercaya sebagai starter di awal putaran kedua Super League. Bruno Paraiba juga sempat mencuri perhatian saat debut melawan PSIM Yogyakarta dengan mencetak satu gol sebagai pemain pengganti.
Pedro Matos juga telah tampil dua kali sebagai pemain pengganti untuk menambah daya gedor lini serang. Sementara Gustavo Fernandes hingga kini belum diturunkan dan belum masuk daftar susunan pemain dalam pertandingan resmi.
Di putaran kedua Super League, Persebaya telah menjalani dua laga. Mereka sukses meraih kemenangan 3-0 saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta, namun gagal memaksimalkan laga kandang setelah ditahan imbang Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Tavares mengakui timnya bermain cukup baik di awal pertandingan, mampu tampil cepat dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, ia menilai ritme permainan menurun akibat banyaknya jeda dalam pertandingan. “Tentu saya ingin menang, tapi permainan terlalu sering terhenti dan ritmenya tidak terjaga,” ucapnya.
Meski kehilangan dua poin di kandang, Tavares tetap mengapresiasi kerja keras para pemain, termasuk pemain muda yang diturunkan. Ia menegaskan Persebaya harus segera berbenah, mengingat laga berikutnya akan menghadapi Bali United yang memiliki waktu persiapan lebih panjang. “Inilah sepak bola. Kami hanya mendapatkan satu poin dan kehilangan dua poin di kandang. Artinya, kami harus bekerja lebih keras,” tuturnya.
Saat ini, Persebaya berada di peringkat kelima klasemen sementara Super League dengan koleksi 32 poin dari 8 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 3 kekalahan.
