Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-2 pada pekan ke-21 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Kekalahan ini sekaligus mengakhiri tren 13 pertandingan tanpa kalah Bajol Ijo.
Dua gol Bhayangkara FC tercipta pada babak pertama melalui situasi bola mati dan transisi cepat. Sementara Persebaya hanya mampu membalas satu gol meski menciptakan lebih banyak peluang sepanjang pertandingan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui efektivitas lawan menjadi pembeda dalam laga tersebut. “Kami kalah karena lawan menembak dua kali ke arah gawang dan mencetak dua gol. Kami menembak berkali-kali dan hanya mencetak satu gol. Itulah sejarah pertandingan ini. Tapi saya rasa itu bukan alasan,” ujar Tavares usai laga.
Ia menjelaskan gol pertama bermula dari tendangan bebas lateral yang berhasil disundul pemain lawan. Sedangkan gol kedua terjadi akibat kehilangan bola di lini tengah yang berujung serangan balik cepat.
“Kami kehilangan bola di tengah dan posisi pertahanan menjadi kacau. Pemain mereka akhirnya satu lawan satu dengan kiper,” jelasnya.
Tavares menilai timnya sebenarnya memiliki banyak peluang, terutama di babak kedua. Persebaya mencatat sejumlah tendangan sudut dan tembakan ke gawang, namun penyelesaian akhir dinilai belum maksimal.
“Kami menciptakan beberapa peluang di babak pertama, tapi tembakan kurang akurat. Di babak kedua saya menyukai sikap para pemain. Kami punya lebih banyak peluang daripada lawan,” katanya.
Ia juga menyoroti waktu tambahan lima menit yang diberikan wasit, yang menurutnya tidak sebanding dengan banyaknya penghentian laga akibat upaya mengulur waktu dari tim tamu.
“Saya rasa perlu tambahan waktu lebih karena permainan sering terhenti. Tapi ini bukan alasan kekalahan,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Meski kecewa, Tavares tetap mengapresiasi semangat para pemain, termasuk keputusan menurunkan pemain muda saat tim tertinggal.
“Sangat sulit menurunkan pemain muda ketika tertinggal di kandang sendiri. Tekanannya besar, tapi saya menghargai pengorbanan mereka. Tanggung jawab tetap ada pada saya,” pungkasnya.
