Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Badai Cedera Hantam Persebaya, Tavares Pusing Jelang Lawan Borneo FC
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares saat memberi instruksi dari pinggir lapangan. Instagram @officialpersebaya.
  • Persebaya Surabaya menghadapi krisis pemain jelang laga tandang melawan Borneo FC karena sejumlah pemain inti seperti Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Mihailo Perovic masih cedera.
  • Dua pemain tambahan, Arief Catur dan Sadida Nugraha, juga mengalami cedera setelah pertandingan terakhir kontra Persib, membuat pelatih Bernardo Tavares semakin kesulitan menyusun skuad utama.
  • Tavares menekankan pentingnya evaluasi pertahanan usai hasil imbang 2-2 sebelumnya serta mengakui Borneo FC sebagai lawan tangguh yang tengah bersaing di papan atas liga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya menghadapi situasi tidak ideal jelang laga tandang melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026). Sejumlah pemain inti Bajul Ijo dipastikan absen akibat cedera, membuat pelatih Bernardo Tavares harus memutar otak menyusun komposisi tim.

Hingga kini, Persebaya belum bisa memainkan Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Mihailo Perovic. Ketiganya sudah menepi dalam tiga pertandingan terakhir saat menghadapi Persijap, PSM, dan Persib.

Kondisi kian berat setelah dua pemain lain dikabarkan mengalami cedera usai laga kontra Persib pada Senin (2/3/2026), yakni bek kanan Arief Catur dan gelandang jangkar Sadida Nugraha.

“Saya belum mendapatkan laporan dari tim medis. Mari berharap tidak ada lagi yang cedera karena kami sudah memiliki banyak pemain menepi,” ujar Tavares, Rabu (4/3/2026).

Pelatih asal Portugal itu mengakui situasi ini jelas tidak menguntungkan timnya. Di tengah persaingan ketat menuju fase krusial BRI Super League, Persebaya membutuhkan kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri.

“Situasi ini tidak kami inginkan karena kami ingin semua pemain dalam kondisi yang baik untuk menciptakan persaingan di dalam skuad dan memberikan solusi bagi tim,” katanya.

Selain persoalan cedera, Tavares juga menyoroti hasil imbang 2-2 pada laga sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Ia menekankan pentingnya pembenahan di lini pertahanan.

“Kami perlu menganalisis pertandingan dan memperbaiki hal-hal kurang baik. Terutama masalah kebobolan dan peluang-peluang yang kami biarkan diciptakan oleh tim lawan. Setelah itu, kami juga perlu mencoba mempertahankan hal-hal baik di pertandingan sebelumnya,” ungkapnya.

Setelah evaluasi internal, fokus tim kini beralih ke calon lawan. Tavares menyebut Borneo FC sebagai tim kuat dan kandidat juara musim ini. “Semua tahu sangat sulit menjalani pertandingan di Samarinda. Borneo sedang menjalani musim yang fantastis menurut saya dan sedang berjuang untuk menjadi juara,” tutur mantan pelatih PSM tersebut.

Editorial Team